Energi Listrik Dari Buah Maja Ditemukan Oleh Dua Siswa SMK di Tangerang

Foto: Arif Setiawan dan Bagus Dwi Putra

Centralnews – TANGERANNG, Ditangan dua siswa SMK Taruna Karya, Cikupa, Kabupaten Tangerang berhasil menemukan sumber energi listrik. Karena sumber energi listrik alternatif terbaru banyak bermunculan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil sudah semakin menipis, Senin (28/8/2017).

Dua siswa kelas 2 jurusan Mekanik Industri tersebut bernama Arif Setiawan (16), dan Bagus Dwi Putra (16).

Dilansir dari laman tangerangnews.com, Arif mengatakan, awalnya ia melakukan serangkaian penelitian untuk menguji beberapa buah yang mengandung listrik dibawah bimbingan salah seorang guru disekolah tersebut.

“Awalnya kami menggunakan buah belimbing. Namun ternyata arus listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar, lalu guru pembimbing kami menyarankan menggunakan buah maja,” ujarnya,.

Setelah dilakukan percobaan, ternyata mereka mendapatkan hasil buah maja memang mengandung energi listrik. Dengan peralatan sederhana seperti gunting seng dan gunting kertas, tang kombinasi dan tang kabel, pisau carter, obeng, penggaris, palu, sendong makan dan multitaster digital, mereka berhasil membuat satu rangkaian perlengkapan untuk menghasilkan listrik dari buah maja tersebut.

Loading...

Bahan percobaan sederhana yang digunakan diantaranya gelas ukuran 300 cc, bambu dengan tinggi 12 cm dan diameter 8 cm, seng plat 0,2 mm, karet sandal, tembaga lempengan, penjepit accu dan buah maja.

“Isi buah maja dimasukkan kedalam gelas atau bambu, kemudian masukkan potongan plat seng dan ditengahnya masukkan tembaga. Lalu pasang kabel penjepit sebagai media penghubung antar gelas yang akan menjadi rangkaian seri,” jelasnya.

Dari rangkaian itu, energi listrik yang dihasilkan dari setiap gelas sebesar satu volt untuk waktu empat jam.  Selain itu dapat menghasilkan listrik kembali setelah diistirahatkan untuk waktu yang tak begitu lama.

“Rangkaian ini bisa digunakan untuk melakukan isi ulang daya di handphone, jam dan senter,” tambahnya. Sisi praktis dari penemuan listrik dari buah maja ini menurut Bagus, rekan Arif, bisa dimanfaatkan ketika berada didaerah pedalaman yang tidak ada akses listrik.

Saat ini, pihaknya masih melakukan serangkaian penelitian untuk meningkatkan daya yang bisa dihasilkan. “Saat ini baru sebatas bisa untuk menyalakan lampu LED, jam dinding, charger handphone, lampu petromak, lampu tempel. Mudah-mudahan masih bisa terus dikembangkan,” tandasnya. (ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here