Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Al Quran Kembali Sebut Keterlibatan Anggota DPR

Centralnews – NASIONAL, Fahd El Fouz, Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Kitab Suci Al Quran di Ditjen Binmas Islam Kementerian Agama tahun 2011-2012 dan pengadaan laboratorium komputer MTS dituntut pidana penjara lima tahun.

Dikutip dari situs Kompas Fahd kembali menyebut keterlibatan anggota komisi viii dpr pada periode 2011-2012.

“Anggota komisi VIII semuanya terima. Sudah disampaikan oleh Pak Zulkarnaen Djabar dalam kesaksian waktu itu. Semua yang terlibat harus diungkap, agar kasusnya tidak politis,” ujar Fahd di Pengadilan Tipikor Jakarta, nfl jerseys differences dak prescott Kamis (31/8/2017).

Fahd mengatakan, tidak mungkin ia dapat mengendalikan proyek pengadaan Al Quran apabila tidak dibekingi oleh anggota DPR.

Loading...

Menurut Fahd, hal itu sudah diperkuat dengan keterangan mantan anggota Badan Anggaran DPR, Zulkarnaen Djabar.

Menurut Fahd, dalam pembahasan anggaran di Komisi VIII DPR dan Badan Anggaran DPR, telah ditentukan jatah atau bobot yang akan diterima oleh masing-masing anggota DPR.

Selain itu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu dituntut membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan pada kasus ini. nfl jerseys for 19 99 sale cheap

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta, Kamis (31/8/2017).

“Kami penutut umum dalam pekara ini menutut supaya majelis hakim memutusan menyatakan Fahd El Fouz telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Jaksa KPK, di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Menurut jaksa, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Hal meringankan di antaranya terdakwa menyatakan siap dihukum, dan keterangan terdakwa yang signifikan telah membuat terang perkara ini. ugg outlet boots baltimore

Menurut Jaksa, Fahd bersama-sama politisi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetia, telah memiliki niat atau kehendak untuk meminta atau menerima uang dari Direktur PT Sinergi Pustaka Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus sebagai imbalan atas perbuatan mereka.

Jaksa menilai Fahd terbukti melanggar Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 dan pasal 65 ayat 1 KUHP.

Terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran, Fahd El Fouz, menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pihak lain yang terlibat dalam kasus yang menjeratnya. (rifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here