Bupati Lebak Shalat Idul Adha di Masjid Al – A’raaf Rangkasbitung

 

Centralnews – Lebak, Hari Raya Idul Adha 1438 H yang jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah atau Jumat (01/09/2017) diperingati oleh seluruh umat islam di Indonesia. Termasuk di Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya melakukan shalat ied bersama ribuan warga Lebak di Masjid Al-A’raaf Rangkasbitung, Lebak. Ibadah salat yang dilakukan setiap hari raya umat islam ini pun di hadiri oleh Wakil Bupati Lebak, nfl jerseys game vs elite green bay dan Mantan Bupati Lebak sebelumnya yakni Jayabaya yang juga merupakan Ayah dari Iti.

Iti mengatakan, momentum Hari Raya Idul Adha agar dapat dijadikan sebagai gerbang pintu maaf bagi Pemerintah Lebak yang selama ini memiliki kesalahan dan kekhilafan dalam setiap amanah yang dijalankan untuk masyarakat Lebak. Dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Lebak untuk bersama – sama membangun Kabupaten Lebak lebih baik lagi.

“Melalui momentum hari raya kurban, atas nama pemerintah Kabupaten Lebak memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan dalam menjalankan amanah,” Ujarnya.

“Pemkab Lebak mengajak kepada masyarakat agar terus bersama – sama dengan pemerintah dalam membangun Kabupaten Lebak, moncler cest pas assez cher down coat ” Tambahnya.

Khotib dalam shalat ied ini dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Pupu Mahmudin M.pdi. Dalam khutbahnya, mengajak untuk seluruh umat islam di Lebak agar meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT seperti yang dicerminkan oleh Nabi Ibrahim,” Ujarnya.

michael kors dresses duffle bag “>Pupu juga menyampaikan bahwa dalam melakukan penyembelihan hewan kurban adalah sebagai bentuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya. Kisah Nabi Ibrahim ini sebagai contoh ketulusan dalam setiap pengorbanannya untuk menjalankan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Dihari Idul Adha ini, umat islam di anjurkan untuk menyembelih hewan kurban. Dalam berkurban bukan diukur dari jumlahnya, tetapi ketulusannya. Ketulusan itu dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dalam mengorbankan sesuatu yang sangat dia cintai demi menjalankan ketakwaan kepada Allah SWT,”. Tegasnya. (atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here