Banten Pasarkan Produknya di Rusia

Centralnews – BANTEN. Jelang pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia dengan cara barter produk eksport Indonesia, Pemprov Banten bersama daerah lainnya di Indonesia telah mengikuti pameran di negara beruang putih tersebut pada 4-6 Agustus 2017 lalu.

“Sebagai imbal dagangnya besar, kita diberi kuota, bulan Oktober nanti bahwa pemerintah Rusia harus mengeksplor, dengan menggandeng pengusaha lokal. Kuota ini tidak terbatas (besar), mungkin dari sekian miliar dollar kita kebagian,” kata Babar Suharso, kepala Deperindag Banten, saat ditemui diruangannya, michael kors east west tote earrings macys Selasa (05/09/2017).

Selain itu, Pemprov Banten pun berencana akan mengundang pemerintah Moskow untuk terus mengeksplorasi segala potensi yang ada di Banten. Sehingga diharapkan nilai ekspor dari pengusaha industri kecil menengah dan pelaku usaha pariwisata semakin meningkat.

“Nanti mereka datang ke trade expo Indonesia di ICE pertengahan oktober nanti. Nanti buyer dari Moscow akan datang. Mereka juga akan kita ajak ke bengkel workshop,” terang nya.

Loading...

Sedangkan pada saat pameran di Rusia, Banten yang di wakili oleh Disperindag memasarkan batik Baduy, tas handy craft, moncler jacket acorus 2 art and craft dan potensi wisata yang ada di ujung barat Pulau Jawa.

“Karena dengan volume besar saya kira butuh persiapan. Yang minat terhadap handy craf dan garmen sudah ada, kita akan maksimalkan dengan event yang ada,” jelasnya.

Sedangkan menurut Titik Kurniasih seorang pengusaha industri kecil menengah yang membawa kerajinan handy craft dan art and craft yang ikut pameran di Moscow mengaku puas dengan warga Moscow yang ingin mengetahui provinsi Banten. Meraka sangat takjub dengan karya UKM Banten yang di jajakan di stand Banten oleh kedubes RI di Moskow.

“Mereka apresiasi tinggi dengan kerajinan Art and Craft dari Banten, songket Baduy, batik Baduy, tshirt design Banten. nfl jerseys at target nba jerseys Mereka juga sangat teliti dan ingin mengetahui cara pembuatan handy craft yang kami buat,” ujar Titik.

Berbeda dengan Titik, pengusaha muda lainnya yang menampilkan peragaan busana khas Banten yang dibalut ornamen Baduy membuat ramai stand Banten di Moscow.

Desi Mulyani seorang pengusaha desainer muda yang mewakili Banten mengaku tshirt dengan design khas Banten habis dalam hitungan jam.

“Saya juga kaget mereka justru mengkagumi seni dan budaya Banten, tak jarang mereka menanyakan rajutan soal songket dan gaun yang saya buat, saya menggunakan catwalk model dari Russia, jadi kita buat peragaan busana itu pas di depan stand Banten,” tambah Desi. (yandhi/viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here