Limbah Oli Tercecer, Nelayan Khawatir Akan Pencemaran Laut

Foto : net/ilustrasi pencemaran air laut

Centralnews – LEBAK. Akibat limbah oli yang tercecer di saluran air pembuangan Kampung Cibayawak sejumlah nelayan Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, khawatir akan terjadinya pencemaran laut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Darmasari, Ahmad Yani seperti yang dilansir detakbanten.com, Selasa kemarin (5/9/2017). Menurutnya, limbah oli yang tercecer diduga berasal dari Pabrik Semen Merah Putih, mengingat keberadaan pabrik tersebut yang paling dekat dengan permukiman desa.

“Sebelumnya kami mendapat aduan dari sejumlah Nelayan, setelah Kami lakukan kroscek ke lokasi tersebut, ternyata benar keberadaan limbah seperti oli dan batu bara tercecer di sepanjang saluran pembuangan yang langsung menuju laut,” ujar Yani.

Pihak Desa Darmasari menyesalkan atas terjadinya pencemaran air tersebut, Mereka berharap PT Cemindo Gemilang selaku pengelola produksi semen merah putih, segera bertanggungjawab dan menyelesaikan permasalahan ini, serta tidak membuang limbah sembarangan yang berakibat pencemaran air laut.

“Seharusnya perusahaan dapat menjaga lingkungan dengan melakukan penghijauan, karena keberadanya tepat ditengah-tengah pemukiman warga,” tandasnya

Loading...

Hingga saat ini pihak PT Cemindo Gemilang masih sulit untuk dihubungi dan dimintai penjelasan terkait dugaan limbah oli yang berasal dari pabrik tersebut. (viko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here