Sakit, Setya Novanto Tak Penuhi Panggilan KPK

Centralnews – NASIONAL, Ketua DPR Setya Novanto tidak akan memenuhi pemanggilan pemeriksaan KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Setya Novanto beralasan sedang dalam kondisi sakiit sehingga tidak memungkinkan untuk diperiksa. Novanto disebut sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat.

Dikutip dari situs Detik Sekjen Partai Idrus Mahram”Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Pak Novanto kemarin setelah berolahraga lalu kemudian gula darah naik. Setelah diperiksa, ternyata implikasi fungsi ginjal dan tadi malam diperiksa ternyata juga ada pengaruh dengan jantung,” katanya Senin (11/9/2017)

Menurut dia, sakit yang dialami Novanto karena gula darah yang naik dan bisa berdampak terhadap fungsi ginjal dan jantung. Saat ini Idrus beserta kuasa hukum Novanto akan memberikan surat ketidakhadiran karena sakit kepada KPK.

Ini adalah pemanggilan pertama KPK untuk Setya Novanto sejak ia ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juli 2017 lalu. Jadwal pemeriksaan Setya Novanto ini hanya berselang sehari sebelum sidang perdana gugatan praperadilannya yakni pada 12 September 2017.

Loading...

Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP karena diduga berperan aktif sejak awal perencanaan, pembahasan anggaran, hingga pengadaan e-KTP. Penyidik KPK sudah memeriksa lebih dari 108 orang terkait penyidikan kasus ini.

Saat proyek bergulir, Novanto menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR. Megaproyek pengadaan e-KTP disebut merugikan negara Rp 2,3 triliun dari total nilai proyek sekitar Rp 5,9 triliun.

Namun Novanto pernah membantah menerima aliran dana dari kasus korupsi e-KTP menyusul penetapannya sebagai tersangka. Novanto mengatakan sudah ada bantahan dari tersangka yang menyebut dia tidak menerima aliran dana tersebut.

Bahkan tuduhan tersebut dianggapnya sebagai sebuah penzaliman. Dia kembali membantah tidak pernah menerima uang haram dari proyek e-KTP.

Terkait status tersangkanya, Setya Novanto sudah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia mempersoalkan status tersangka yang diberikan KPK.

Sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan Setya Novanto pun sudah ditetapkan yakni pada tanggal 12 September 2017. Pihak KPK meyakini hakim praperadilan bisa memutus perkara ini secara adil. (rifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here