Polres Tangsel Gelar Razia di Tiga Sekolah

Foto: Net/Ilustrasi

Centralnews – TANGERANG, Usai kejadian pembacokan pada Kamis (7/9) lalu yang menimpa seorang anggota Kepolisian Polsek Cisauk, Aiptu Sugiri oleh para pelajar yang berasal dari tiga Sekolah Menengah Atas (SMA). Polsek Tangsel pun telah menurunkan ratusan personelnya guna menggelar razia ditiga sekolah tersebut.

Ketiga Sekolah tersebut antara lain, SMK Sasmita Jaya Pamulang, SMK Ruhul Bayan Cisauk dan SMK Semesta Cisauk.

Kegiatan razia ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar sekolah yang membawa miras, moncler shirts shoes 2 senjata tajam serta minuman keras ke sekolahnya tersebut. Serta untuk menindak lanjuti Surat Perintah yang dikeluarkan oleh Kapolres Tangsel.

Dikutip dari laman tangerangnews.com, Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto mengatakan “Kita beri pemahaman kepada adik-adik kita, bahwa Truk bukanlah angkutan orang, berbahaya bila terjadi kecelakaan. Mereka tetap adik dan anak kita, lakukanlah dengan humanis,” kata Kapolres Tangsel, ugg outlet elizabeth nj eagan mn Senin (11/9/2017).

Di SMK Ruhul Bayan Cisauk tersebut, Polres Tangsel melakukan test urine secara acak terhadap 37 siswa dari sekolah tersebut serta memeriksa barang bawaan siswa di sekolah kejuruan tersebut.

Loading...

“Setelah diambil sampel urin 37 pelajar semuanya negatif, kita apresiasi dan kita rekomendasikan SMA Ruhul Bayan bebas narkoba,” ujar Kapolres.

Selain itu, Fadli pun berpesan agar para pelajar bisa dengan sungguh-sungguh mengejar cita-cita dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang mengakibatkan kerugian kepada orang lain. michael kors careers clearance

“Harus dibedakan antara kenakalan remaja dengan kriminalitas anak. Jika melukai orang lain bahkan menggunakan senjata tajam maka itu adalah kriminalitas anak dan itu akan di proses hokum,“ terang Kapolres dihadapan Siswa SMK Ruhul Bayan.

Sementara itu, dari hasil razia pelajar di SMK Sasmita Jaya Pamulang yang dipimpin Wakapolres Tangsel Kompol Bahtiar Alponso telah diamankan 3 orang siswa berinisial MH, K dan MD. MH diamankan pihak kepolisian karena kedapatan membawa satu buah alat pemukul (knuckle) sedangkan K dan MD diamankan karena diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap Aiptu Sugiri. (ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here