Korupsi e-KTP : Hari Ini Setya Novanto Kembali Tidak Memenuhi Panggilan KPK

 

Foto : Net/Setya Novanto

Centralnews – Nasional, Hari ini, Senin (18/09/2017) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil terkait pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi E- KTP.

Wakil Ketua KPK Laode M Syari mengatakan bahwa sebelumnya surat panggilan kedua untuk Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP sudah dilayangkan pada pekan lalu. Syarif sempat berharap agar Setnov bisa memenuhi panggilan penyidik KPK. Dia yakin Setnov yang juga Ketua Umum Golkar itu bakal kooperatif dengan pemeriksaan dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

Namun Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kembali mangkir atau tidak memenuhi panggilan kedua dari KPK. Setnov, sapaan Setya, di kabarkan bahwa hari ini akan menjalani operasi.

Hal itu pun disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Jawa II Bambang Soesatyo bahwa Setnov, yang juga Ketua DPR RI, masih dalam kondisi tidak sehat dan dalam perawatan medis. Atas dasar itu, ia membenarkan bahwa Setnov tak akan memenuhi panggilan pemeriksaan KPK yang kedua ini.

Loading...

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Setnov akan menjalani tindakan medis di RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, sekitar pukul 08.00-9.00 WIB, hari ini. Kemungkinannya ialah operasi.

Secara terpisah, Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Nurul Arifin membenarkan bahwa Setnov akan menjalani pemeriksaan jantung melalui tindakan katerisasi. Itu dilakukan karena sebelumnya ditemukan terdapat plak pada jantungnya.

Sebelumnya Setnov sempat mangkir pada pemeriksaan pertama Senin (11/9) dengan alasan sakit. Dia disebut masih terbaring lemas dengan infus di lengannya. Setnov dikabarkan menderita vertigo dan sempat pingsan usai bermain tenis meja pada Minggu (10/9).

Dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setnov telah mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka yang dilakukan KPK dalam kasus korupsi e-KTP ini. Namun sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/9), ditunda dan dilanjutkan pekan depan, Rabu (20/9).

KPK menetapkan Setnov sebagai tersangka pada pertengahan Juli lalu. Pria yang pernah tersandung kasus ‘Papa Minta Saham’ itu diduga mengatur proyek senilai Rp5,9 triliun itu bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, Setnov disebut telah menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini. Setnov dan Andi Narogong disebut mendapat jatah sebesar Rp574,2 miliar dari total nilai proyek. (atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here