Pasien Keluhkan Fasilitas Ruang Tunggu RSUD Pandeglang

Centralnews – PANDEGLANG, Pasien RSUD Berkah Pandeglang banyak mengeluhkan minimnya sarana prasarana tempat tunggu saat berobat di Rumah Sakit tersebut. Pasalnya, selain sedikitnya tempat duduk untuk menunggu antrean, di tempat tunggu juga tidak ada pengeras suara untuk memanggil pasien yang mendapatkan giliran.

Elis salah satu pasien yang berobat di Poli Kebidanan dan Kandungan mengeluhkan sedikitnya tempat duduk yang ada di ruang tunggu tersebut. Sehingga, banyak pasien yang harus rela menunggu berdiri hingga berjam-jam atau duduk satu kursi dengan dua orang pasien.

“Ampun deh ini Rumah Sakit, pasien harus menunggu dengan tempat duduk terbatas. Satu tempat duduk dipakai dua orang, bahkan ada yang harus rela berdiri berjam-jam menunggu giliran. Sampai-sampai banyak yang jongkok gitu,” ujarnya saat ditemui di ruang tunggu Poli Kebidanan dan Kandungan, Selasa, (19/9/2017).

Selain mengeluhkan minimnya sarana tempat duduk pada ruang tunggu, ia juga mengeluhkan tidak adanya pengeras suara untuk memanggil pasien yang mendapatkan giliran. Sehingga banyak pasien yang menunggu diluar ruangan karena tidak mendapatkan tempat duduk dan tidak mendengar saat petugas memanggil giliran.

Loading...

“Padahal ini kelasnya rumah sakit Umum Daerah milik pemerintah, tapi kok pengeras suara saja tidak ada. Ya pasien juga serba salah, nunggu di tempat tunggu tidak ada tempat duduk. Terus jika ditinggal ke luar juga takut saat dipanggil giliran tidak terdengar, karena disini tidak ada speaker ” tandasnya.

Ditempat yang sama, Titin pasien lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Ia yang sedang memeriksakan kandungannya mengaku miris dengan fasilitas tempat tunggu yang ada di RSUD Pandeglang. Selain minim fasilitas ia mengaku dirinya juga kerap menjumpai petugas yang melayani dengan wajah masam.

“Sudah fasilitas tunggunya terbatas, ini terkadang dilayani petugasnya dengan mukanya masam tidak ramah, tidak enak dilihat” tuturnya.

Ia mengaku, dirinya terpaksa harus berobat di RSUD Pandeglang lantaran di faskes pertama tidak memberikan pelayanan pemeriksaan kandungan. Namun ia mengaku, di faskes pertama yang ia pilih sebagai anggota BPJS hanya memberikan surat rujukan untuk ke RSUD.

“Padahal di Faskes pertama saya tanya dokter kandungannya ada?, kata petugas faskes ada, tapi kalau mau diperiksa langsung oleh dokter kandungan harus pakai umum atau tidak bisa menggunakan BPJS,” tukasnya.

Berdasarkan pantauan, tidak hanya di ruang tunggu Poli Kebidanan dan Kandungan saja yang kurangnya fasilitas tempat tunggu, namun di tempat pengambilan obat hal serupa juga terjadi. Mirisnya banyak anak kecil yang sudah berobat harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan obat yang diberikan. Sementara panggilan antrean masih dilakukan manual tanpa pengeras suara. (mow/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here