Peringati Tahun Baru Hijriah, Pemkab Serang Hadirkan Ma’ruf Amin Dialog Kebangsaan

Centralnews – Kabupaten Serang. Dalam rangka memperingati tahun baru islam 1439 H, Pemerintah Kabupaten Serang menggelar Dialog Kebangsaan di Alun Alun Kramatwatu Kabupaten Serang, dan  menghadirkan KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua MUI sebagai narasumber, Bupati Serang berharap kehadiran Ma’ruf Amin dapat menjadikan tahun baru Islam ini menjadi momentum pencerah pemersatu bangsa khususnya bagi warga Banten (20/9/17).

Acara tersebut dihadiri Ketua MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin,Wakapolda Kombes Pol Aan Suhanan, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa Ketua DPRD kabupaten serang Mukhsinin, Sekertaris Daerah Agus Erwana, Dandim 06/02 Letkol CZI Harry Praptomo dan  Kapolres Serang AKBP Wibowo.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap kehadiran sesepuh tersebut dapat menjadi tuntunan guna perdamaian bagi semua pihak agar terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan negara kesatuan republik indonesia.

“oleh karena itu, kami mengundang sesepuh bapak k.h ma’ruf amin, untuk memberikan tausiyah kepada kita semua dan ini merupakan dialog kebangsaan bagi kita semua demi terciptanya kerukunan, keamanan dan kebersaman seluruh elemen untuk membangun provinsi banten, khususnya kabupaten serang,” katanya

Loading...

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengajak masyarakat untuk mencermati bahwa terdapat gejala penurunan kualitas pengamalan nilai-nilai pancasila. Hal tersebut diungkapkan Tatu saat memberikan sambutan mempringti tahun baru Hijriah 1439 di alun-alun Kramatwatu, Rabu (20/09) malam tadi.

Tatu menjelaskan, peringatan 1 muharam atau tahun baru islam berkenaan dengan peristiwa hijrah nabi besar muhammad saw dari mekah ke madinah, peristiwa hijrah itu merupakan tonggak awal dimulainya kalender islam.  Sebuah peristiwa bersejarah yang patut diperingati sebagai momentum untuk proses transformasi spiritual dan sosial dalam kehidupan berbangsa.

“Akhir-akhir ini negara kita telah dilanda fenomena tentang radikalisme dan terorisme, hal ini ditandai  dengan terjadinya beberapa peristiwa yang dapat kita lihat di media cetak maupun media elektronik seperti marak berkembangnya isu tentang “isis”, aksi terorisme yang melakukan pengrusakan dan pengeboman di beberapa tempat, dan adanya adanya beberapa faham agama yang mengatasnamakan islam, tetapi pada kenyataannya jauh dengan apa yang diajarkan dalam syari’at islam itu sendiri,” ungkapnya

Menurutnya, upaya peningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa merupakan prioritas dalam kehidupan sehari-hari, mengingat perbedaan agama, suku, dan adat istiadat  merupakan titik rawan dalam perpecahan bangsa dan agama. untuk  menjaga kerukunan antar umat beragama pemerintah berupaya melakukan musyawarah dan mengedepankan dialog sebagai upaya menjaga hal-hal yang dapat memecah belah bangsa.

“Saya mengajak kepada semua pihak agar saling bekerjasama, menciptakan situasi yang aman, damai dan menjaga kondusifitas daerah kita, agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi-aksi yang dapat menimbulkan perpecahan dan pengrusakan,” imbuhnya. (yan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here