Polres Serang Kota Sidak Apotik, Tekan Distribusi Obat Keras Larang Edar

(Tengah) AKP Ivan Aditira Kasatnarkoba Polres Serang Kota saat sidak di salah satu apotik

Centralnews – Kota Serang. Jatuhnya korban di Kendari akibat mulai maraknya peredaran dan penyalahgunaan obat keras membuat Polres Serang Kota mulai melakukan sidak obat keras larang edar di sejumlah titik apotik yang tersebar di seluruh wlayah hukum polresta Serang Kota (22/09/17).

Kasatresnarkoba Polres Serang Kota AKP Ivan Aditira mengungkapkan bahwa dalam operasi pemeriksaan dan pengecekan obat – obatan tersebut akan dilakukan di seluruh bidang usaha apotik di wilayah Kota Serang.

“Kami akan lakukan pemeriksaan di seluruh apotik di Kota Serang, kalo untuk wilayah hukum kami ada 130 apotik, kami terbagi menjadi 3 kelompok, untuk saat ini sudah ada 20 apotik yang kita periksa dan ini akan terus kita lakukan, door to door dengan pemeriksaan berkala” ungkapnya saat di temui di salah satu apotik saat melakukan penggeledahan gudang obat.

Ia menjelaskan hasil sementara pada apotik – apotik yang diperiksa belum ditemukan pelanggaran yang signifikan, dari pihak apotik juga dapat menunjukan keberadaan stok obat yang ada dan distribusinya dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk saat ini belum ditemukan pelanggaran pada apotik – apotik yang kami periksa, semua sejauh ini dapat memperlihatkan izin edar wajib obat keras yang distribusinya harus sesuai anjuran dokter.” ungkapnya.

Loading...

Lebih lanjut AKP Ivan mengatakan bahwa sidak obat keras tersebut dilakukan guna mengantisipasi jatuhnya korban penyalahgunaan obat keras.

“Jadi antisipasi akan di lakukan pemeriksaan berskala di apotik agar obat keras yang saat ini jadi tranding topik karna sudah pernah menelan korban di daerah lainya, kita harapkan di kota serang ini kita akan menekan agar peredaran tidak di persalah gunakan,” harapnya.

Ia pula menerangkan pendistribusian obat keras tersebut harus selalu diawasi dan dikawal, agar tidak di perjual belikan secara bebas.

“Kita awasi obat yang saat ini telah menelan korban seperti PCC, Tramadoln, Eksimer yang bisanya obat tersebut di gunakan untuk anti despresen (Depresi) namun banyak di salah gunakan oleh masyarakat untuk hal tidak baik” terangnya.

Pihaknya juga akan mengamankan apotik yang masih mengedarkan obat yang sudah di tarik peredaranya.

“Yang punya setok semua itu akan di lakukan tidak pidana walaupun dengan resep dokter, karna predaranya tidak di perbolehkan,” ungkapnya

Ia juga menghimbau kepada seluruh pelaku usaha bidang apotik yang ada di Kota Serang agar mengeluarkan obat sesuai anjuran dan resep dokter.

“Bentuknya obat keras seperti narkotika, atau pisikotropika harus di awasi, oleh pihak terkait Dinas kesejatan maupun kepolisian,” ujarnya

Sementara itu Buhori (48) pemilih salah satu apotik di Kota Serang mengatakan pihaknya saat ini sudah tidak menjual obat yang ijin edarnya sudah di tarik oleh BPOM (Badan Perlindungan Obat dan Makanan).

“Kalo eksimer PCC kita tidak menyediakan Balai POM sudah tidak ada ijin edarnya, obat (yang keras-red) permintaan harus ada Resep asli dan stempel dari dokter kalo tidak ada ya tidak di keluarkan,” pungkasnya. (yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here