Ketika Cilegon United FC Di Jadikan Tameng Korupsi Oleh Sang Walikota

 

Centralnews – CILEGON, Dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan di kantor KPK di Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (23/9/2017). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebutkan bahwa Operasi Tangkap Tangkap (OTT) di Cilegon, Banten, merupakan modus baru.

“Diindikasikan pemberian suap bertujuan  untuk proses memperlancar proses perizinan, yaitu rekomendasi AMDAL sebagai salah satu persyaratan pembangunan TRANSMART.” Ungkap Basaria Panjaitan Wakil Ketua KPK.

Menariknya dalam OTT kali ini KPK menemukan modus operasii yang baru, yaitu diduga menggunakan saluran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kepada tim sepakbola Cilegon United FC, sebagai sarana untuk menerima suap.

Loading...

Dalam hal ini pemberian transfer kepada CUFC sebagai sarana menyamarkan dana agar tercatat dalam pembukuan sebagai sumbangan sponsorship perusahaan dalam hal ini PT. BA dan PT. KIEC.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan terhadap beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, Jumat (22/9/2017) kemarin. KPK mengamankan 10 orang dengan barang bukti ratusan juta rupiah.

Salah satu pejabat yang diamankan KPK dan ditetapkan sebagai tersangka adalah Walikota Cilegon, TB Iman Aryadi  terkait kasus suap perizinan kawasan industri. (atp/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here