Ini Rincian Kronologis OTT Cilegon Oleh KPK

Foto : Walikota Cilegon (Kininews)

Centralnews – Cilegon. Pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 Wib tim KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi berturut – turut diamankan yaitu YA (CEO Cilegon United FC) di kantor Bank BJB Cabang Cilegon sesaat setelah melakukan penarikan uang senilai 800 juta rupiah bersama tiga stafnya dan uang sebesar 800 juta rupiah tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke gedung KPK

Tim KPK kemudian menuju kantor Cilegon United football club dan mengamankan uang sejumlah total 352 juta rupiah, 352 juta rupiah tersebut diduga merupakan sisa dana pemberian pertama yang ditransfer dari PT KIEC kepada Cilegon United football club sebesar 700 juta rupiah, (penerima melalui transfer pada hari Rabu 19 September 2017).

Paralel, tim lainnya bergerak ke Jalan Tol Cilegon Barat dan mengamankan BDU yang merupakan Project Manajer PTBA, nfl jerseys cowboys color rush bersama 1 orang staf dan 1 orang sopir, ketiganya kemudian dibawa ke gedung KPK.

Tim KPK juga mengamankan EWD legal Manager PT KIEC di daerah Kebon Dalem Cilegon dan ADB Kepala Badan perizinan terpadu dan penanaman modal Cilegon diamankan di kantor Badan perizinan terpadu dan penanaman modal Cilegon.

Sementara itu TIA Walikota Cilegon datang ke KPK sekitar pukul 23.30 malam dan kemudian diamankan tim untuk dilakukan pemeriksaan.

Loading...

Pada hari sabtu, 23 September sekitar pukul 14.00 wib, H mendatangi KPK dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam OTT ini Total KPK mengamankan uang tunai senilai 1,152 miliar, uang tersebut merupakan bagian dari komitmen senilai 1, nfl jerseys cowboys color rush 5 miliar rupiah yang diduga diberikan untuk walikota Cilegon melalui transfer dari PT KIEC dan PT BA melalui Cilegon United untuk memuluskan dikeluarkannya perizinan pembangunan Transmart.

Pemberian uang dilakukan dalam 2 kali transfer yaitu yang pertama pada tanggal 19 September 2017 dari PT KIEC kepada rekening bank Cilegon United football club senilai 700 juta dan yang kedua pada tanggal 22 September 2017 dari kontraktor PTBA ke rekening Cilegon United football club sebesar 800 juta.

Setelah melakukan pemeriksaan maksimal selama 24 jam yang dilanjutkan gelar perkara ditemukan bukti permulaan yang cukup dan disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh Walikota Cilegon dan pihak lain terkait perizinan pada badan perizinan terpadu dan penanaman modal Kota Cilegon tahun 2017

Setelah hal tersebut KPK meningkatkan status penanganan perkara kepenyidikan serta penetapan 6 orang tersangka, 3 Tersangka diduga sebagai penerima suap yaitu TIA (Tubagus Iman Ariyadi) walikota Cilegon, ADP (Ahmad Dita Prawira) Kepala Badan perizinan terpadu Cilegon, H (Henry) pihak swasta.

Selanjutnya 3 tersangka yang diduga sebagai pemberi  BDU (Bayu Dwinanto Utomo) Project Manager PT BA, TDS (Tubagus Doni Sugihmukti) Direktur Utama PT KIEC, EW (Eka Wandara) Legal Manager PT KIEC.

nfl jerseys black and white quiz buy “>Pasal yang disangkakan adalah sebagai pihak yang diduga memberi BDU, TDS dan EW disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a  atau pasal lima ayat (1) huruf b atau pasal 13 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Sebagaimana telah diubah dengan undang -undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga penerima TIA, ADP dan H disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Diindikasikan pemberian suap bertujuan untuk memuluskan proses perizinan yaitu rekomendasi AMDAL sebagai salah satu persyaratan perizinan pembangunan Transmart

Dalam OTT kali ini KPK mengungkap modus baru yang diduga menggunakan saluran CSR perusahaan pada klub sepakbola daerah sebagai sarana untuk menerima suap yaitu Cilegon United football club diindikasikan digunakan sebagai sarana untuk menyamarkan dana agar tercatat dalam pembukuan sebagai CSR atau sponsorship perusahaan, diduga hanya sebagian dari bantuan yang benar-benar disalurkan pada Cilegon United football club.

Untuk kepentingan penyidikan tim juga menyegel sejumlah ruangan di beberapa lokasi yaitu antara lain Kantor Badan perizinan terpadu dan penanaman modal Kota Cilegon, kantor klub olahraga Cilegon United, beberapa ruangan di kantor PT KIEC dan PT BA antara lain ruang direksi accounting dan Finance legal. (yan)

Sumber : Pointers Konfrensi Pers KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here