Tanamkan Pancasila, WBP Rutan Rangkasbitung Nobar Film G30S/PKI Bersama Kodim 0603 Lebak

Foto: Dok.Centralnews/Andri/Nobar Film G30S/PKI

Centralnews – LEBAK, Sadar pentingnya nilai-nilai pancasila dan merebaknya isu nasional tentang Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI), Rumah Tahanan Negara Klas IIB Rangkasbitung bekerjasama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak untuk memberikan pemahaman dan gambaran utuh terhadap kejadian dan makna peristiwa dibalik G30S/PKI tersebut, yang berlangsung di ruang Aula Rutan Rangkasbitung, Jumat (29/09/2017).

Seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran petugas dan pejabat strruktural turut mengikuti kegiatan ini. Sementara tampak hadir juga sejumlah Anggota TNI dari Kodim 0603 Lebak.

Foto: Dok.Centralnews/Andri/Nobar Film G30S/PKI

Kepala Rutan Rangkasbitung, Sigit Budiyanto dalam sambutanya menguraikan maksud dan tujuan dari Nobar Film Penghianatan G3S/PKI ini.

“Mungkin film ini menjadi sebuah polemik, akan tetapi kami percaya maksud dari Kodim 0603 Lebak untuk Nobar Film ini adalah sangat baik, ingin mengajak kita semua petugas dan WBP sebagai bangsa Indonesia untuk tidak melupakan sejarah, sejarah manis dan kelam. Tentunya mencegah terulang kembali kekelaman tersebut”, Ujar Sigit.

Karutan berharap pemutaran film tersebut memberikan makna mendalam kepada WBP, “Makna arti perjuangan, makna pentingnya persatuan dan persaudaraan, tidak mudah terpecah belah, tidak mudah terprovokasi, menjadi WBP yang cerdas dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai pancasila yang sesungguhnya dalam kehidupan disini (Rutan) maupun nanti setelah bebas,” Harap Sigit.

Foto: Dok.Centralnews/Andri/Nobar Film G30S/PKI
Loading...

Hal Senada juga disampaikan Kapten Infanteri Narkilah, Pasipes Kodim 0603 Lebak bahwa semangat memahami pancasila bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan pemahaman dalam menonton film ini.

“Tujuannya adalah bukan untuk mendiskreditkan, tetapi peristiwa tersebut agar diketahui generasi muda, agar kita tidak terprovokasi lagi, terpecah-pecah lagi. Kalau kita tidak ingatkan, dalam kondisi seperti ini, orang tidak tahu bahwa ada gerakan-gerakan yang mengadu domba. Agar kita bisa mawas diri, tidak mudah terprovokasi, pahami pancasila dengan sesungguhnya, tingkatkan persatuan, kesatuan dan persaudaran antar sesame.” Katanya.

Hal tersebut juga diamini oleh seorang WBP, sebut saja DH, mengaku senang dan lebih mengerti setelah adanya penjelasan dan pemutaran film G30S/PKI ini.

“Film ini menjadikan kami tahu bagaimana peristiwa dan makna apa saja dan bagaimana juga kami bersikap, intinya kami jangan sampai mudah terprovokasi, terpecah belah pihak-pihak yang selalu mencari kesempatan untuk memecah belah bangsa Indonesia, dan kami juga disini dan nanti setelah bebas insyallah akan mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat nanti,” pungkasnya. (andri/ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here