Sertijab Kalapas Kelas II A Kota Serang

Centralnews – Serang, Dalam rangka Serah terima Jabatan (Sertijab) dan sambutan terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Serang Suherman mengatakan, Sebagai Kepala Lapas yang baru harus mampu meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Lapas terutama dibidang Sumberdaya manusia (SDM).

“Kalau kemarin belum dapat dibina semuanya, akan diupayakan kedepannya semua dapat kita bina dan kita rangkul,” ujar Suherman Ketika ditemui di sela-sela kegiatan tersebut, di Lapas Kelas II A Kota Serang, Jalan raya Pandeglang Cipocok Jaya, moncler shirts shoes 2 Karundang, Serang Banten. Kamis, 19/10/2017

Menurut Suherman, untuk meningkatkan pembinaan ada tiga unsur diantaranya yaitu, yang pertama dari unsur para Napi agar mau dibina dan yang kedua dari unsur petugasnya atau SDM-nya dan yang terakhir dari unsur masyarakat agar para napi yang sudah dibina tidak merasa terisolir terutama dari pihak keluarga.

Dalam kesempatan itu, Kepala Lapas kelas II A Kota Serang Suherman menjelaskan bahwa, untuk membina para Narapidana (Napi) ada dua jenis pembinaan, yang pertama yaitu pembinaan kemandirian para Napi dengan cara memberikan keterampilan dan mempersiapkan Napi agar mempunyai keahlian, pembinaan yang kedua adalah pembinaan kepribadian kita bisa melihat dari sisi keagamaan para Napi dan juga kedisiplinan para Napi dalam dan peningkatan pendidikan juga termasuk dari bagianya, nfl jerseys differences dak prescott yang terpenting adalah bagaimana caranya kita semua dapat bersama sama meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam melakukan pembinaan para Napi yang berada di Lapas Kelas II A Kota Serang.

Loading...

“Kita akan berusaha meningkatkan pembinan paling tida dari sisi keagamaanya, kalau kita tingkatkan dari sisi pekerjaanya mengingat tempatnya juga belum dapat memadai,”ucap Suherman.

“Secara umum kendala yang ada di Lapas ini masih sama, ada Napi yang belum bisa menerima kondisi untuk tinggal di dalam Lapas dan ada juga Napi yang sudah menerima tinggal di Lapas, seperti ada Napi yang tidak mentaati peraturan yang sudah ditentukan oleh Lapas contoh untuk tidak membawa telepon genggam ke dalam lapas namun terkadang ada saja Napi yang memaksa,” ungkap Suherman.

Pihaknya merasa  untuk saat ini kendala yang ditemui adalah, pemerintah pusat belum dapat memberikan anggaran yang cukup untuk pembinaan terhadap para Napi di Lapas tersebut. nfl jerseys europe from china Karena memang kesejahteraan Negara juga belum membaik yang pada akhirnya kita mau tidak  mau harus dituntut kreatif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan.

“Maka dari itu, kita harus pandai-pandai merangkul pihak ketiga dalam meningkatkan pembinaan, dari unsur pemerintah, unsur masyarakat, intansi terkait dan LSM, paling tidak bisa membantu membina para Napi yang ada dilapas,” Pungkas Suherman. (oki/rifa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here