BMKG dan BPBD Siap Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem di Banten

Centralnews – Serang,  Musim penghujan sudah tiba. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang memperkirakan hujan akan terus terjadi hingga Februari mendatang.

“Cuaca Extream di Banten akan terus seperti ini sampai Februari mendatang” Ujar Rofiko Staf Perakiraan cuaca BMKG Serang saat ditemui di Kantor BMKG, Senin (27/11/2017).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menyebut beberapa wilayah rawan longsor dan banjir saat musim penghujan. Dari tahun ke tahun titik kerawanan hampir sama. Diantaranya, Serang Timur seperti Kecamatan Cikande, Kibin dan Kragilan.

“Hampir semua. Penyebabnya karena aliran sungai Ciujung yang meluap, terus ada juga sungai Cidurian, penyebab lainnya irigasi dan drainase,” ujar operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang Joni, melalui telepon, Senin (27/11/2017).

Loading...

Sedangkan, menurutnya, wilayah Serang Barat potensi longsor ada di Kecanatan Mancak dan Gunung Sari. Kecamatan Cinangka dan Anyer cenderung berpotensi banjir.

“Untuk Serang Utara itu Padarincang dan Ciomas rawan longsor. Tapi kalau Ciomas jarang, yang hampir sering tiap tahun itu Padarincang,” ucapnya.

Dia menyebut Serang Utara berpotensi banjir saat musim penghujan. Ttik rawan banjir ada di Kecamatan Tirtayasa, Tanara dan Pontang.

“Paling sering banjir ada di kecamatan yang di Serang Timur,” paparnya.

BPBD Kabupaten Serang berupaya melakukan pencegahan. Menurut Joni, potensi rawan banjir dan longsor dapat dipastikan bisa diramalkan akan terjadi di beberapa wilayah. Oleh karena itu, pihaknya terus memetakan mana saja titik yang berpotensi rawan banjir dan longsor.

“Jadi permasalahannya itu sama, artinya melibatkan semua unsur baik itu dinas, badan, lembaga masyarakat setempat dan relawan peduli lingkungan dengan bersama-sama melakukan pencegahan,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia menilai wilayah yang berpotensi banjir dan longsor dapat dikurangi dampaknya. Selain dengan pencegahan, dari dinas terkait sudah membangun drainase dan irigasi yang lebih baik lagi.

Sekretaris BPBD Kabupaten Serang M Furqon mengatakan pihaknya selalu stand by atau siap siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana dari dampak cuaca ekstrim. Setiap laporan yang masuk, pihaknya responsif akan bergerak ke lokasi.

“Kami sudah memberikan informasi pencegahan, waspada dan potensi banjir maupun bencana lainnya,” tukasnya. (oki/atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here