Diduga Pengikut Aliran Sesat Polisi Amankan Pasutri Di Pandeglang

Centralnews – Kabupaten Pandeglang.  Polisi, TNI, Satpol PP, aparatur kecamatan dan masyarakat mengamankan suami istri berinisial ND dan MH karena di duga mengikuti aliran sesat.

“Kita sedang menginterogasi. Sebab masyarakat berharap agar mereka tidak kembali lagi kesana,” kata Kompol Nurahman, Wakapolres Pandeglang, Selasa (28/11/2017).

Keduanya ditangkap dari rumahnya yang berlokasi di Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu malam, 26 November 2017. Keduanya di duga menginginkan kehadiran Tuhan saat mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Jadi ada Asyhadu alla illa haillallah, jadi menurut mereka Allah nya harus ada, wujud nya harus ada, kalau Allah nya enggak ada, mereka enggak yakin gitu,” kata Dedi Taftjani, Camat Cibitung, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Selasa (28/11/2017).

Loading...

Suami istri tersebut akhirnya ditangkap oleh masyarakat, TNI, Polisi dan aparatur pemrintah kecamatan pada Minggu malam, 26 November 2017, guna menghindari terulang nya tragedi berdarah Cikeusik tahun 2011 silam.

“Ya itu mah hanya masalah syahadat, ketahuannya dari facebook,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa di tahun 2011, di Kabupaten Pandeglang pernah terjadi peristiwa berdarah di Cikeusik, dengan muncul nya aliran Ahmadiyah.

Tragedi yang terjadi pada Minggu, 06 Februari 2011 sekitar pukul 10.00 wib itu mengkibatkan tiga orang meninggal dunia. Kerugian materi berupa hancurnya dua mobil, satu motor dan satu rumah pun menambah pilu tragedi tersebut.

Tragedi tersebut pun membuat Kapolri saat itu, Jenderal Timur Pradopo, memeriksa 18 saksi.

Sedangkan KomnasHAM menyatakan terdapat banyak kejanggalan, seperti intel kepolisian yang telah mengetahui peristiwa tersebut dua hari sebelum kejadian namun terlihat ada nya pembiaran dengan kurang nya jumlah personil pengamanan dibandingkan massa yang berjumlah 1.500 orang. (Yandhi/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here