MUI Nyatakan Pasutri Pandeglang Ini Nistakan Agama

Centralnews – Kabupaten Pandeglang.  Sepasang suami istri, ND dan MH, yang di duga menyebarkan aliran sesat, di akui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pelecehan terhadap agama karena meminta kehadiran fisik Allah saat mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Kalau dilihat dari medsos nya, dilihat melecehkan, penistaan agama. Tapi masih di dalami apakah penistaan agama,” kata KH.Tb.Hamdi Ma’ani, ketua MUI Kabupaten Pandeglang, Rabu (29/11/2017).

Dirinya pun merasa kaget adanya sebuah rumah yang di duga menjadi lokasi penyebaran ajaran aliran sesat. Karena Hamdani pada bulan Oktober 2017 sempat menghadiri ulama di Kecamatan Cibitung dan belum mengetahui adanya aliran tersebut.

“Belum tercium. Baru kemarin terdeteksi, gerak bersama aparat supaya tidak anarkis,” terangnya.

Loading...

Karenanya, MUI meminta masyarakat tenang dan tak main hakim sendiri terhadap dugaan penistaan agama yang berlokasi di Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang ke pihak kepolisian.

“Karena sudah ditangani aparat kepolisian, percayakan sejauh mana ditangani,” jelasnya. (Yandhi/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here