Eksklusif : Mengenal Lebih Dekat H. Helldy Agustian, SE, SH, Pengusaha Sukses Asal Cilegon



Centralnews – Tokoh Central, Pada edisi Sabtu, 02 Desember 2017 kali ini, Tim Redaksi Centralnews Banten secara eksklusif akan berbincang bersama sosok inspiratif yang dapat memberikan motivasi bagi setiap orang. Pengalamannya dalam karir hidup, dunia usaha, serta dirinya yang saat ini terjun dalam dunia politik untuk mewujudkan hasratnya dalam membawa harapan masyarakat.

Saat ini Partai Berkarya menjadi salah satu perjalanan karirnya dalam dunia politik yang memiliki tujuan yang sama yaitu membangun Ekonomi Kerakyatan.

Berikut wawancara eksklusif kami, langsung bersama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Banten, H. Helldy Agustian, SE, SH

 

Mengenal lebih dekat sosok Helldy Agustian, berbicara profil dalam perjalan karir bapak? Seperti apa?

Baik, saya dilahirkan di Kota Cilegon pada 31 Agustus Tahun 1970, saya dilahirkan di jombang kali. Terus kemudian usia kurang lebih 3 tahun saya pindah ke Merak karena bapak saya punya bioskop di Merak di usia 10 tahun. Sempat saya meninggalkan kota ini karena bapak saya dipromosikan sebagai Kepala Depot Pertamina Sulawesi Tengah, dan kurang lebih 3 tahun saya disana, kurang lebih 3 tahun di Poso. Iya, 4 tahun bapak saya disana sama saya, kemudian disana juga saya mulai ingin berbisnis. Punya kulkas, saya berfikir? Baiknya saya manfaatkan kulkas itu dan akhirnya saya coba bikin es lilin yang kemudian teman-teman saya suruh jual. Nah terus kemudian SMP Kelas 1 Semester II saya pindah ke Jakarta karena saya tidak mau ikut sama bapak saya lagi, karena saya gak yakin bahwa pasti bapak saya akan pindah lagi dan ternyata benar dari Poso ke Cilbogah terus ke Jayapura Kebalongan. Ketika kecil saya di Surabaya dari mulai SMP. Sementara Jakarta di rumah keluarga. Awalnya lulus tahun 86, yah dari SMP Sumbangsih saya di Poso itu terus sekolah di SDN 7 Nusaban 3, kemudian saya melanjutkan SMA itu di SMA 16 Jakarta.

SMP saya mulai berorganisasi di OSIS, SMA juga saya ikut OSIS yang terus kemudian saya pernah ikut pencak silat, dari pencak silat juga saya ikut LDK 1 atau Latihan Dasar Kepemimpinan Semester 1 awal itu, tapi saya tidak melanjutkan ke jenjang organisasi lainnya seperti ke DPM, dulu itu. Karena saya sudah punya target pribadi kalau nanti usia 25 tahun saya harus menikah, saya sudah punya pacar yang sekarang istri saat saya ambil kelas pencak silat. Kemudian saya mulai berdaganglah di usia 22 tahun, saya juga kerja sambil kuliah di Juanda. Karir saya dimulai dari salesmen dan percis di hari ulang tahun saya 31 Agustus, soalnya saya diterima terus kemudian 3 tahun saya jadi salesmen dan alhamdulillah kuliah sambil kerja tahun 1992 kemudian saya kerja 1994 dan saya dapat membeli rumah tahun  1995. Saya juga kebeli mobil baru yang selanjutnya nikahlah pada 28 Oktober 1995 saat di Hari Sumpah Pemuda.

Kemudian tahun 1996 dalam perjalanan saya itu, sering juga berdagang. Saya bikin tiker gambar tempel dan juga sablon. Saya nyablon sendiri, belajar sendiri dengan teman-teman untuk mengisi kekosongan seperti jual emping atau jual durian. Pernah jadi lempar koran bangun jam 5 pagi dan harus pulang jam 5 sore, jadi saya tahu berapa komisinya. Emang jiwa saya dagang, keturunan dari ibu. Kemudian 1996 juga saya pindah dan pernah dagang emping dan dagang durian di kalibata, makanya emping saya tahu mana kualitas 1, kualitas 2, dan kualitas 3 di daerah pandeglang. Terus kemudian akhirnya dagang mobil sampai dengan tahun 1996 dan saya pindah sampai tahun 2000 ke bintaro. Saya waktu itu ke bintaro karena prosesnya cukup panjang jadi kita ngambil yang target saya yang harus super baik. Pada tahun 1997 hingga 1998 itu, alhamdulillah saya dipromosikan bengkel cabang di tangerang. Jadi seperti itulah perjalanan saya yang sempat jual mobil, belajar bahasa Korea sedikit-sedikit otodidak. Orang korea dulu paling kaya sehingga sistem gaji mereka dollarkan lalu kita ngeluarin pake rupiah. Saya juga bergaul dengan pengusaha walet yang ada di daerah Balaraja, jadi pernah punya ide untuk buat usahanya juga. Intinya bahwa dulu itu pengusaha-pengusaha walet ada 2, yaitu Haji Matosi dan Haji Muhaemin, jadi prakteknya sambil ditimbang terus kemudian saya tanya kepada pengepul-pengepul. Membeli mobil untuk mereka ngangkut, alhamdulillah cukup banyak pengahsilan dari jualan disana. Terus kemudian tahun 2001 saya pertama kali ke luar negeri yaitu Tokyo, Taiwan, dan Cina. Alhamdulillah saya ke 5 benua dengan gratis kemudian balik ke Cilegon tahun 2005 pada bulan Desember, sampai saat ini cukup panjang perjalanan saya di Kota Cilegon. Sudah 12 tahun juga ikut serta membangun disini, saya sebelumnya tidak berorientasi politik, dari awal cuma bagaimana terus bisa membangun karena kakek saya seorang pejuang, mungkin darahnya lahir ke kita, kalau anak harimau ke cucu. Kali mau maksa anaknya jadi kucing kan ga mungkin.

Pada hari ulang tahun kota Cilegon yang ke 10, tahun 2009 saya diundang oleh Walikota Cilegon. Kemudian pulang bawa oleh-oleh berupa buku Cilegon dalam angka. Nah dari situ ternyata ada data di Cilegon bahwa kita memiliki 150 SDN dan Cilegon dalam angka tahun 2000 dalam 1 tahun dijelaskan bahwa 66.71% orang Cilegon putus sekolah dan 5.3% diantaranya tidak sekolah. Dari situ kebuka hati saya coba menghitung, kalau 150 kita kalikan 2 kelas SD dengan 30 murid.

Sementara jumlah lulus setiap tahunnya adalah 9000 murid sedangkan SMPN hanya ada 11 SMP disini. Kita kalikan 10 kelas pada SMP, satunya kita kalikan 30 murid maka 330 dan 55 ribu murid jadi 5.700-nya lagi kemana. Kita harus perjuangkan mereka karena pendidikan akan berdampak pada tingkat pengangguran. Nganggur bisa jadi miskin, miskin bisa terjadi yang namanya kriminalisasi. Saya pernah coba untuk berjuang terkait hali tadi. Termasuk saya baru sosialisasi kurang lebih setahun  dan 2009 saya mencoba mencalonkan sebagai Walikota diurutan ke 3 dari 5 calon. Kemaren juga mau mencoba lagi, tetapi ternyata ya belum dikasih kesempatan memang. Karena waktu itu partainya semua diborong begitu kan. Ya akhirnya saya putuskan untuk tahun ini saya akan mendalami partai politik.

Menarik, bapak juga aktif dalam aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Apa yang membuat bapak masuk kedalam ranah tersebut? Dan apa saja aktivitas sosial dan kemasyarakatan itu?

Saya terpanggil. Sebetulnya gini, 4 tahun yang lalu kurang lebih dibulan Mei saya mendirikan dulu yang namanya Yayasan Suara Hati Kita. Yayasan terkait kepedulian sosial kemasyarakatan yang dasarnya menjadi pusat perhatian saya. Jadi waktu itu saudara saya kan susah mencari mobil jenazah, padahal mobilnya ada disitu, memang sopirnya lagi tidak ada dan lagi mandi katanya. Kurang lebih 2 jam menunggu, kasian keluarga saya dan akhirnya karena memang anaknya adalah sopir angkot ya dimasukanlah kedalam angkot. Saya marah waktu itu, akhirnya saya sempat bernazar atau ibaratnya berkeinginan untuk mendirikan atau membeli mobil jenazah seperti itu. Alhamdulillah setelah 2 – 3 bulan dapat tercapai dengan terbentuknya Yayasan Suara Hati Kita ini, yang memang bergerak dibidang sosial dan ini bebas biaya untuk daerah kita, terutama bantuan medis kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan yang disiapkan itu berupa tiga unit mobil bantuan medis yakni ambulance dan mobil pengatar jenazah. Yang terpenting juga adalah prosesnya cepat ketika memenuhi kebutuhan masyarakat atau kita yang serius ingin membantu. Saat itu juga pemerintah Kota Cilegon terpanggil dikarenakan memang Walikota pada saat itu Pak Iman ariyadi yang langsung meresmikannya. Semoga ini juga menjadi pelopor bagi kita semua untuk membentuk suatu kepedulian bersama. Harapannya.

Sedikit ingin mengetahui tentang Batik Krakatoa Cilegon dan bapak selaku pembinanya? Apa melatarbelakangi hadirnya Batik Krakatoa Cilegon?

Batik ini, kalau kita berbicara batik sekarang sudah bangun 2 batik. Sebelumnya Batik Krakatou satu yang ada di Cibeber dan satu lagi karena memang permintaan Ibu Bupati Serang, dimana kita mendirikan juga batik Anyer.

Jadi saat ingin mengawali batik, kita harus tau dasarnya, saat itu dasarnya adalah dari penasaran saya kok bajanya disini harus ke Tegal dulu baru jadi cangkul. Konon katanya pabrik plastik terbesar se-Asia Tenggara ada disini, kenapa harus ke Tanggerang dulu baru jadi sedotan? Apa iya, setelah sedotan dan cangkul aja orang Cilegon gak mampu gitu. Setelah ini terbentuklah penasaran saya yang kemudian menjadi analisis saya. Menurut saya harusnya kita bangun dulu kerja sama dan teman saya kebetulan pengusaha batik, lalu kita coba kumpulkan dulu orang – orang Cilegon sebagai SDMnya, kita cari yang membutuhkan pekerjaan atau karena memang putus sekolah yang tadinya, “mohon “maaf” jadi tukang cuci yang tadinya, dari situ coba kita kumpulkan dari 60 orang peserta kemudian kita saring lagi menjadi 30 dan dari 30 orang ini kita coba lebih perdalam lagi selama 3 bulan, yang akhirnya kita kumpulkan kurang lebih 20-an sekarang. Nah, pada saat itu kita pernah kedatangan tamu seorang Profesor dari Trisakti yang melihat dan dia bertanya, kalau kelas satu lulus pecanting itu sudah bisa bermain di kain sutra. Sementara bagi dia di daerah ini baru 3 bulan sudah lebih jauh pinter dari pembatik yang lain termasuk batik jawa, karena untuk main di kain sutra perlu waktu setahunan atau 9 bulan sampai 1 tahun, tapi orang Cilegon dalam waktu hanya 3 bulanan. Jawaban dia itu sudah menjawab pertanyaan saya, ternyata orang Cilegon itu pintar, cuma dengan catatan harus bisa berkelanjutan seperti cara pengawasan atau yang lainnya dan kita  dilahirkan bukan mengikuti sejarah tapi membuat sejarah. Apa sejarahnya? Iya orang Cilegon yang tadinya gak tau, menjadi tau. Yang tadinya gak pinter, jadi pinter. Yang tadinya gak bisa, menjadi bisa dalam hal batik. Alhamdulillah sekarang kita udah mulai terkenal nih, karena setiap bulan dulu saya harus subsidi terus yang kurang lebih hampir 3 tahun ya, dan sekarang sudah bisa membiayai sendiri, seperti itu.

Untuk motif batik sendiri, Bagaimana menentukan motif yang membedakan atau ciri khas itu sendiri dengan batik lainnya atau pada umumnya?

Kita kan dulu punya perancang, ada orang sini juga dulu bantu-bantu kita. Kemudian kita coba melihat dan mendata kearifan lokal yang ada di Cilegon tentunya. Kearifan lokal Cilegon inilah yang kita jadikan motif batik. Seperti ada sate bebek, kue gipang terus ada rampak bedug dari Banten, jadi tidak hanya dari Cilegon tapi Banten juga yang masuk dalam motif batik. Ada badak gitu ya masuk juga sebagai motif batik, keris atau golok terus kemudian ada batik sumur pitu, ada batik meriam, ada ayam bekakak. Macam – macam intinya yang jelas menjadi ciri khas Cilegon dan Banten ini. Jadi dibuat motif dari salah satu ini kedalam pakaian sehingga keliatannya memang unik.

Kita ketahui juga, sejak dahulu bapak juga telah membentuk Yayasan Suara Hati Kita. Artinya ada kepedulian terhadap sesama. Bisa dijelaskan tentang yayasan tersebut?

Suara kata hati ini, jadi saya setiap hari mendapatkan laporan bahwa ada yang meninggal dari handphone saya, Akhirnya mobil yang lama kita tidak pakai lagi. Sekarang ini kita pakai 3 mobil, diantaranya 2 mobil jenazah dan 1 mobil untuk orang yang sakit. Alhamdulillah saya bersyukur dapat membentuk Suara hati Kita yang membuat saya dapat melihat dan mempelajari hal – hal seperti ini. Seperti kata Rasulullah SAW bahwa orang yang cerdas adalah orang yang selalu ingat kematian dan mempersiapkan sebaik – baiknya kehidupan setelah adanya kematian. Kematian tidak dapat kita ketahui, terkadang tua muda mati, sakit mati, yang sehat pun mati. Ini yang menjadikan kita pelajaran bersama bahwa kita harus siap dengan hak kematian kita. Kapan, dimana, dan apa penyebabnya dan kita tidak akan pernah tahu. Namun kita diberikan pengelihatan terkait cara kematian yang nanti akan tiba dan akan dirasakan setiap orang dan kita harus berterima kasih diberikan kesempatan untuk melihat itu. Artinya tidak ada yang bisa meramal hari kiamat bahkan ada yang pernah meramal, Mama Loren tahun 2012 ternyata dia duluan yang kiamat, kan gitu. Kesimpulannya adalah bahwa kita di dunia ini cuma sementara, umur kita di akhirat jauh lebih lama. Nah, bagaimana kita sementara ini dapat melakukan hal-hal yang sangat positif pada masyarakat dan yang tidak dapat merugikan masyarakat.

Baik, kita beralih ke politik! Bapak juga sudah mulai terjun ke dalam politik. Salah satunya saat ini bapak telah menjadi Ketua DPW Partai Berkarya. Apa yang membuat bapak terjun ke politik dan memilih Partai Berkarya?

Ya, mudah – mudahan ini benar dan Allah SWT menjawab yang saya inginkan dulu. Saya pernah bilang “ Ya Allah SWT, ada sih partai yang baru, pas dan tepat”, Sebenarnya semua partai bagus namun Partai Berkarya ini tiba-tiba dateng ke sini dulu. Dan memang ada ke kecocokan,  jadi saat itu ada yang dateng dan tampang saya ini dibilang mirip mas Tomi.

Saya awalnya tidak mau dulu pegang Provinsi cukup di Kota Cilegon saja, namun dalam perjalanannya yang  di provinsi itu kan mengundurkan diri, jadi mau tidak mau, suka gak suka dan dukungan dari temen – temen serta yang lainnya jadi saya terima untuk memenuhi memegang provinsi. Lalu kenapa saya ke partai?  Setelah saya pikirkan matang – matang dan ingin maju untuk membangun sesuatu untuk masyarakat ya kita harus terjun ke politik dan pegang partai. Mau pakai partai Toyota kan gak ada, ga mungkin juga?  Jadi kita memang harus pakai partai politik dan itu yang membuat saya kenapa saya pengen ke partai yang pertama, tujuannya baik. Dan semoga partai ini bisa lolos verifikasi administrasi dan faktual ya, supaya bisa juga jadi alternatif pilihan masyarakat ke depannya, seperti itu. Karena kan persyaratan untuk maju itu pastinya dan ibaratnya kan harus ada partai politiknya. Kita ga punya partai politik, Ya… kayak kemaren?  Kita akan sangat sulit untuk mendapatkan dukungan seperti itu.

Selanjutnya apa yang menjadi program prioritas yang juga merupakan visi dan misi Partai Berkarya saat ini?

Ya sesuai dengan Dewan Pembina kita, bapak Hutomo Mandala Putra dimana beliau menginginkan yang namanya Ekonomi Kerakyatan. Jadi ini sama persis apa yang ada di benak saya. Ya karena sama persis dengan apa yang ada atau punya keinginan yaitu bahwa kita akan menumbuh kembangkan Ekonomi Kerakyatan. Jadi kami sendiri bilang bahwa untuk merubah suatu negara ini kedepannya, ya sama juga untuk di daerah sini, kita harus bisa memenangkan DPR atau DPRD nya dan memenangkan eksekutifnya, dengan begitu lalu bisa kita berubah, kan seperti itu.

Persiapan apa saja yang telah dilakukan menjelang Pemilu 2019 bagi partai berkarya, khususnya di Banten?

Persiapan sebelumnya partai kita sudah terbentuk, dan saya sudah menyesuaikan kurang lebih terdapat 154 kecamatan dari 155 kecamatan se-Banten. Kita juga sudah terbentuk di 8 Kabupaten/Kota di Banten. Anggota dari setiap DPD juga sudah ada, jadi kalau dibilang persiapan, ya alhamdulillah Banten salah satu yang secara nasional sudah lebih siap lah. Artinya di dalam partai berkarya itu, dari hasil evaluasi di KPU pun, alhamdulillah beberapa sudah laporan bahwa sudah bisa mengikuti tahap selanjutnya. Hanya ada beberapa yang lagi dilakukan perbaikan sekarang untuk lebih baik saja, tapi pada prinsipnya adalah 1/1000 KTP yang dikumpulkan atau katakanlah 1000 KTP itu kita sudah melebihi dari pada kuota itu, tinggal nanti perbaikan dan setelah perbaikan nanti baru tahap selanjutnya ya itu verifikasi faktual. Nah, artinya bahwa strategi kita ke depan adalah bahwa bagaimana masyarakat Banten khususnya bisa menerima keberadaan partai berkarya ini, Ya kan. Kita tidak muluk-muluk artinya kita berupaya bahwa partai ini sebagai apa ya? Wadah, inspirasi masyarakat gitu. Jadi kalau masyarakatnya tidak mengerti partainya, ya agak sulit memang konsekuensinya seperti itu. Kita ingin hubungan kita dengan masyarakat itu kalau bisa sesuai dengan anjuran Tomy Soeharto itu  adalah hubungan yang dinamakan dengan jangka panjang atau berkepanjangan, karena kita coba pelajari bahwa partai – partai ini adalah biasanya kan setiap 5 tahun baru ramai.

Yang jelas Partai Berkarya saat ini akan berusaha dan berjuang dengan fokus atau kosentrasi kita bersama agar dapat lulus terlebih dahulu dari verifikasi KPU sehingga dapat melanjutkan harapan bersama dan partai, serta dukungan dari pihak mana pun yang ingin membentuk suatu wadah inspirasi masyarakat ini. Mewujudkan perubahan sehingga harapan – harapan masyarakat juga dapat terpenuhi.

Baik, Sempat terdengar juga bahwa bapak maju ke Pilkada Kota Cilegon sebagai Calon Walikota Cilegon pada tahun 2010 – 2015. Seperti apa perjalanan bapak saat itu?

Kalau di bilang pengalaman mencalonkan diri, dulu itu calon ada 3 independen dan 2 partai, dan saya itu nomor 1 padahal kerja saya baru 1 – 2 tahun artinya ini simpel aja buat saya. Pada saat itu tugas saya tidak mengeluarkan uang sangat banyak. Artinya ya tulus dan ikhlas aja. Memang kita tidak mempunyai tujuan – tujuan yang mengarah ke hal – hal negatif, yang kita lakukan saat ini kan untuk jangka panjang. Sebagian besar orang kan banyak ngeluarin investasinya yang untuk jangka pendek. Kalau saya, ya lebih kenal banyak orang, lebih dikenal orang. Ya kalau bisa lebih paham lebih tau dari sosok pemimpim di zaman rasulullah. Kita dapat mengetahui bagaimana cara kita menyikapi pederitaan rakyatnya dulu, ya sedikit – sedikitnya ada belajarlah dari kepimpinan saat itu. Karena kalau kita tau begitu saja, susah juga jadi kita bereskan. Memang harus terjun langsung ke masyarakat dan mungkin memang itu yang diinginkan oleh masyarakat. Kan kita tau bahwa saat ini mungkin hubungan seorang pejabat dengan rakyat itu kan cukup jauh mungkin, ya sebetulnya kalau kita sadari bahwa Pemda, Pemerintah atau Pejabat itu kan digaji dari rakyat atau dari hasil usaha – usaha rakyat, dari pajak – pajak atau dari yag lain-lainnya. Artinya kalau kita sadari bahwa kita ini bekerja untuk rakyat kita, kita kembalikan lagi kepada rakyat, karena rakyat yang miliki kita, iya kan. Kita tidak membedakan rakyat itu siapa – siapnya, karen kita dipilih rakyat. Pokoknya setiap orang itu tidak bisa membedaka – bedakannya, baik dia seorang pengangguran atau dibedakan dengan ibaratnya anak pejabat atau seseorang yang dikatakan pengusaha, ya semua tetap dianggap sama. Karena tetap saja mereka itukan sama – sama nyoblos untuk memilih. Ya, tidak bisa pengusaha nyoblos dua. Tidak ada aturan itu, setiap warga negara cuma satu kali nyoblos. Jadi menurut saya yang kita lakukan saat ini adalah berjalan mengalir saja kayak air. Kalau Allah SWT sudah menghendaki, siapapun itu dan Insyaallah pasti jadi dan bukan sesuatu yang harus kita paksakan. Ya sama seperti sekarang, saya juga menjadi Ketua Pemuda Pancasila di Kota Cilegon. Jadi kita juga kemarin lagi membentuk kreasi – kreasi disetiap kecamatan. Kemudian kita kemarin menyelanggarakan pertandingan futsal dalam rangka ulang tahun Pemuda Pancasila yang ke-58 tahun. Dan sekarang lagi ada festival film geger Cilegon, ya kan. Itu festival yang lagi kita adain sekarang. Tentu saya ingin menumbuh kembangkan bahwa geger Cilegon ini gak boleh dilupain, dan jangan sampai nanti orang – orang luar tau geger Cilegon. Tetapi orang Cilegon sendiri tidak tau sejarah tentang geger Cilegon. Ya seharusnya ini juga dimasukkan ke dalam muatan-muatan sekolah, supaya orang-orang Cilegon itu paham dan mengerti. Bangsa yang benar adalah bangsa yang selau menghormati jasa para pejuangnya. Bangsa yang benar itu sangat menghormati sejarahnya, bangsanya. Jadi, Cilegon juga menurut saya bukan punya kota baja tapi juga kota segudang para pahlawan pejuang yang telah memperjuangkan yang namanya Kota Banten ini atau Cilegon ini.

Kedepan, apakah bapak akan kembali mencalonkan diri sebagai Walikota Cilegon? Dan apa yang mendasari bapak ingin mencalonkan diri?

Saya memang sudah pernah mencalonkan diri, namun saya tidak pernah, katakanlah tidak mengukur diri saya. saya selalu mengukur diri saya sendiri. Seberapa besar saya sudah memberikan manfaat kepada masyarakat, yaa tentu kan kita melihat situasi dan kondisi ke depan. Mudah – mudahan yang terpenting Allah SWT memberikan kesehatan buat saya. Allah SWT juga memberikan rezeki yang berlimpah buat saya. Allah juga memberikan katakanlah hidayah kepada saya. Nah, dengan hidayah, rezeki, makanya saya bisa melakukan segala sesuatunya dengan harapan – harapan saya supaya kita bisa memberikan kontribusi buat masyarakat kalau memang Allah SWT meridhai kenapa tidak, semuanya kita kembalikan, makanya di dalam doanya selalu bilang “kalau memang ibaratnya jabatan itu menjadikan saya jauh lebih baik, dekatkan, kalau enggak ya jauhkan” itu saja. Cuma saya berfikir bahwa kalau seseorang yang mempunyai jabatan itu kan punya wewenang. Wewenang itu kan berdasarkan undang-undang, artinya bahwa kalau saya pribadi untuk membantu cukup dengan batasan kemampuan. Tapi kalau ingin mencari sesuatu di pemerintah disana kita bisa membantu masyarakat. Masih banyak peluang – peluang yang menurut saya bisa menjadi sumber – sumber daya untuk kepentingan masyarakat, seperti memberikan peluang lapangan pekerjaan melalui kebijakan atau pengembangan UMKM sehingga menjadi enterpreneurship. Jadi ini membuka peluang bagi masyarakat yang masih menganggur.

Bagi bapak, karakter pemimpin yang pas dan tepat bagi Kota Cilegon seperti apa?

Kalau menurut saya sih, Pemimpin yang membawa harapan – harapan masyarakat dan mewujudkannya. Terus harus ada transparansi atau keterbukaan, ya kan, supaya masyarakat Cilegon itu tau, gitu loh. Ada informasi – informasi tentang perkembangan – perkembangan daerahnya. Perkembangan setiap kelurahan, perkembangan setiap kecamatan, sehingga bisa dipotret  atau dikembangkan. Kecamatan mana yang masih timpang atau kelurahan mana yang masih memerlukan  perhatian khusus. Supaya pemberangkatan pembangunannya juga bisa dilakukan baik infrastruktur atau lainnya. Salah satunya pembangunan untuk pemerataan pendidikan seperti di Purwakarta. Ya, kan sudah pasti orang – orang Purwakarta tidak bisa sekolah di negeri. Karena akses yang sulit padahal Purwakarta yang menginginkan adanya sekolah negeri, Sementara yang saya lihat, untuk masuk negeri itu ada tes sekolah, pada saat itu bisa saja katakanlah ibaratnya yang miskin masuk ke swasta dan yang kaya bisa masuk ke negeri. Atau untuk ke negeri membutuhkah ongkos yang lebih mahal karena jarak yang jauh. Namun bagi yang mampu dapat saja membayar ongkos yang mahal itu untuk pergi ke sekolah negeri.

Itu harapannya dari pemertaan pendidikan. Jadi sekarang itu ibaratnya mereka harus nyebrang kecamatan dulu dan baru bisa sekolah. dengan ongkosnya yang mahal, Kalau umpamanya bapaknya tidak mampu, bagaimana? Mau nebeng, pakai motor siapa? Ojek aja mahal. Atau mau punya motor sendiri harus jual sawah dulu, mau naik sepeda, jauh dan kalau jalan kaki lebih jauh lagi. Fakta nyata, harus memilih sekolah terdekat atau swasta.

Jadi lebih memerlukan pemimpin yang mau memahami setiap kondisi di semua daerahnya, bila perlu di pelosok – pelosok daerah. Agar pembangunan bisa merata dan tidak ada kesenjangan atau ketimpangan, Itu menurut saya.

Pemimping juga bisa merangkul atau membentuk kerja tim seluruh stakeholder antara pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Seharusnya pemimpin bisa membawa pemerintah untuk dapat menjembatani agar harapan – harapan masyarakat ini bisa dibangun oleh pemerintah dan secara bersama – sama disetiap elemen masyarakat, berkompromi untuk hal – hal positif yang bisa dilakukan untuk masyarakat Kota Cilegon.

Terakhir, harapan bapak terhadap masyarakat Cilegon dan khususnya masyarakat Banten sendiri dalam menentukan para pemimpin atau calon kepala daerahnya pada pesta demokrasi yang akan berlangsung di tahun 2018 dan 2019?

Harapan saya adalah masyarakat harus jauh lebih cerdas. Pemimpin – pemimpin mana yang memang menggambarkan sebuah amanah bagi masyarakat, jadi bukan karena (mohon maaf) ini jangan sampai nanti masyarakatnya cuma gara-gara ada sesuatu yang diberikan terus memilih gitu, bukan karena teliti dulu sebelum memberi. Jadi harapan saya adalah adalah harus cerdas memilih pemimpin – pemimpin di daerahnya. Yang ke dua adalah tentunya pemilihannya kan berbeda-beda tidak semua orang memiliki pandangan yang sama tapi apapun itu ini adalah sistem demokrasi di Indonesia, istilahnya memilih langsung ya kan, bebas dan umum yang artinya disini ada kebebasan bahwa masyarakat untuk memilih tapi dengan catatan tidak perlu adanya bentrok – bentrokan, konflik atau selama pemilihan kita yang rugi. Sementara saat itu mungkin mereka bisa ketawa bareng bagi para calon – calon pemimpinnya. Kemarin saya baca koran, di Banten itu kalau gak salah nomor dua tertinggi pengangguran sangat miris sekali. Pada tahun 2010 pun Kota Cilegon sudah bergeser, dulu tuh paling tertinggi nomor 2, Kan lucu, masa kita kalah sama Pandeglang, masa kita kalah sama Lebak secara notabenenya gak ada industri. dibandingkan dengan kita kota industri. Yang ketiga yaitu tadi, artinya bahwa poin pertama adanya kebebasan untuk memilih, hak kita bukan karena sesuatu yang diberikan. Yang kedua adalah ribut saat pesta demokrasi diselenggarakan.Maka yang ketiganya dari apapun keputusannya menurut saya adalah keputusan undang – undang. Intinya transparansi harus ada, ya kalau bisa dimasukkan secara jujur dan adil, jadi kenapa tidak? Pokoknya ini dapat mewarnai persta demokrasi di Banten. Selama ini alhamdulillah tidak ada hal – hal yang negatif, semuanya damai dan aman maka itu yang kita harapkan.

(van/atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here