Tenaga Imigran Terampil, Indonesia Disegani di Mata Dunia

Centralnews, SERANG – Upgrading skill adalah program untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kompetensi dari calon TKI melalui pelatihan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan penempatan. Hal tersebut disampaikan Nusron Wahid kepala BNP2TKI saat menggelar silahturahmi pekerja migran Indonesia di Serang, Banten, Kamis (14/12/2017).

Pekerja migran yang berangkat ke luar negeri harus terampil martabat, dengan memiliki keterampilan maka gaji akan tinggi, minimal terampil bahasa asing,  kunci bahasa asing insya Allah gaji akan naik dan komunikasi dengan masyarakat disana menjadi mudah. Selanjutnya adalah pekerja yang martabat, di hargai oleh masyarakat dunia maka pekerja migran Indonesia wajib mengetahui seluk beluk negera tujuan.

“Kalau bekerja di Hongkong harus bergaul seperti orang hongkong,  tapi karakter dan jati diri jangan hilang dan di pertahankan”.

Sesuai data BNP2TKI pekerja di sektor terampil meningkat 45-50 persen dibandingkan 10-20 tahun yang lalu, yang 100 persen pekerja adalah pembantu rumah tangga dan tahun sekarang tinggal 55 persen, saat ini pekerja migran Indonesia terbagi diberbagai bidang antara lain yakni pelayan di kapal pesiar, chef, tukang las, hotel, restoran ini menandakan kualitas tenaga kerja kita meningkat.

Loading...

Perawat indonesia mendominasi di dunia berada di urutan nomor ketiga, dan pada dasarnya mampu berada di peringkat pertama karena hambatan bahasa, sertifikat Indonesia belum di akui di internasional maka posisi berada di urutan ke tiga lanjut Nusron Wahid.

“Perawat Indonesia dikenal ramah, tangannya halus, perawat di dunia nomor satu Philippines kedua Jamaika”

Kalau tenaga kerja imigran Indonesia terampil dan martabat insya Allah disegani dan di hormati di panggung dunia. Secara nasional uang yang masuk Indonesia selama satu tahun $10,6 dengan kisaran 152 triliyun yang jumlah menurut bank dunia sama dengan penerimaan pajak Indonesia. 80 persen pekerja Indonesia gaji digunakan untuk kebutuhan pekerja di negara tempat kerja.

“Pesen kami satu,  jangan salah pergaulan,  tahun lalu 13 di deportasi karena salah pergaulan,  menjadi pengedar sabu,  pengikut radikal, hati-hati pilih pergaulan dan teman”. (mamo/epil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here