Gempa 7.3 SR Selatan Jawa, Status Gunung Anak Krakatau Tetap Waspada

Centralnews – Lampung, Gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang terjadi malam tadi, Jumat 15 Desember 2017, di Jawa bagian Selatan, beruntung tak pengaruhi aktifitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kondisinya masih berstatus waspada. Sehingga masyarakat diharapkan tak perlu lagi mengkhawatirkan keamanan gunung yang pernah meletus dahsyat di tahun 1883 itu.

“Status nya masih waspada. Letusan sudah lama tidak ada, data kemarin cuma 1 vulkanik dangkal dan 1 Tektonik jauh,” kata Andi Suardi, Kepala Pos Pemantauan GAK, Lampung, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat nya, Sabtu (16/12/2017).

Perlu diketahui. Bahwa pada 29 September 2017, PVMBG menyatakan bahwa terdapat 18 gunung api yang naik status dari siaga menjadi waspada.

Sedangkan malam tadi, Jumat, 15 Desember 2017, pada pukul 23.04 WIB, terjadi gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa, tepatnya di Sukabumi, Jawa Barat.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi terjadi dengan episenter terletak pada koordinat 7.29 LS dan 106.69 BT, tepatnya pada jarak 48 KM Barat Daya Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 50 KM.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo – Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia yang mengakibatkan deformasi batuan.

Lokasi gempa bumi tersebut berada di 8.03 LS dan 108.04 BT dengan kedalaman 105 KM.

Hasil analisis tingkat guncangan (shake map), intensitas gempa bumi berpotensi dirasakan sekitar Tasikmalaya juga dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates, Yogyakarta, Jakarta, Depok, Ngawi, Madiun,Nganjuk, Mataram.

Setidaknya telah terjadi tiga kali gempa susulan, tiga kali gempa susulan hingga pukul 02.14 WIB telah terjadi tiga kali gempa bumi susulan (after shock) dengan magnitudo 3.2, 3.4 dan 3.2.

Indonesia berada di kawasan Ring of Fire, atau Cincin Api, sebuah garis patahan lempeng bumi di Samudera Pasifik di mana sering terrjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi. (yandi/atp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here