Hasil Rapat Pleno KPU Lebak Putuskan Pasangan CS-DS Tidak Penuhi Syarat

Centralnews – Kabupaten Lebak. Pasangan bakal calon Cecep Sumarno dan Didin Safrudin (CS-DS) berserta tim sukses memutuskan walkout saat rapat pleno yang di gelar KPU Lebak di Kantor KPU Lebak, Jl, Abdi Negara No.8, Rangkasbitung. (7/1/2018) Tadi Malam

Pihak CS-DS merasa keberatan dengan hasil rapat yang tetap memutuskan pihaknya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan KPU di nilai tidak mengindahkan surat rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lebak.

“Kemarin mereka melakukan penghitungan ulang dan hasilnya lebih dari jumlah minimal syarat pencalonan, namun di rapat ini mereka tetap memutuskan kami TMS karena berkas kami tidak mencapai jumlah minimal seperti saat penghitungan pertama, ini jelas mereka tidak menjalankan rekomendasi dari Panwaslu,” ujar Cecep Sumarno.

Hal itu yang membuat pihak CS-DS dan tim suksesnya meninggalkan TKP saat rapat belum usai, Pihak CS-DS pun mengkritisi pengamanan yang tidak memperbolehkan banyak pihak untuk memasuki ruangan rapat.

Loading...

“Kami Walkout, kami tidak mau mendengar apapun dari mereka, saat rapat mereka mengatakan rapat ini terbuka untuk umum namun hanya beberapa yang diperbolehkan masuk” ujar Didin Safrudin.

Terkait rekomendasi Panwaslu, Ketua Panwaslu Lebak Ade Jurkoni menganggap KPU hal ini sah-sah saja, dan Panwaslu menerima keputusan KP

“Memang kami mengeluarkan surat rekomendasi, namun kami melihat KPU melakukan keputusan ini sesuai dengan perundang undangan, Pada proses pleno ini kami menerima keputusan KPU,” ujar Ade

Terpisah, Ketua KPU Lebak Ahmad Safarudin mengatakan pihak KPU tetap berpatok kepada UU tentang pencalonan,

“Hasil rapat pleno ini KPU memutuskan CS-DS tetap TMS, keputusan ini atas dasar UU no 10 dan PKPU terkait tahapan, bahwa yang dilakukan proses verifikasi dan penghitungan adalah dokumen asli B1KWK dan dokumen asli itu adalah yang sudah doserahkan kepada KPU pada 29 november 2017, perihal mereka merasa keberatan, itu hak mereka,” paparnya

Terkait tertutupnya rapat pleno ini Ahmad Safarudin menjelaskan pihak KPU tidak pernah mengeluarkan peraturan yang tidak memperbolehkan awak media memasuki ruang rapat pleno.

“Kami tidak pernah melarang awak media untuk memasuki ruang rapat pleno ini,” jelasnya,(Andri/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here