BPJS Ketenagakerjaan Akan Inisiasi Penyaluran PBI

Centralnews – Serang. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Serang akan menginisiasi penyaluran Bantuan kepada masyatakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar lebih terlindungi.

 “Kedepan kita akan menginisiasi bantuan PBI (penerima bantuan iuran) terhadap masyarakat yang rentan, seperti petani dan nelayan. Kalau tidak dilindungi bisa jadi mereka bisa jual rumah kalau terjadi apa-apa (kecelakaan/meninggal dunia,” kata Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Teguh Purwanto saat berbincang dengan wartawan, Kamis (11/01/18).

Teguh mengataka, dengan melalui inisiasi penyaluran PBI tersebut, masyarakat pekerja, khususnya  tenaga kerja bukan penerima upah (TK BPU) atau informal dapat terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan dari risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia saat bekerja.

“Jadi untuk sektor informal atau TK BPU kita akan lebih serius, Tahun lalu kita sudah merintis BPJS Ketenagakerjaan goes to pesantren untuk memberikan perlinsungan kepada masyarakat,”katanya

Selain agar terlindungi dari berbagai risiko, lanjut Teguh, pihaknya berharap negara dapat hadir ditengah-tengah masyarakat melindungi pekerja.

Sebab menurut dia, kewajiban negara melindungi masyarakat tidak hanya memberi perlindungan jaminan kesehatan, tapi juga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Karena kalau berbicara risiko kerja, mereka (TK BPU) itu risikonya tidak kalah tinggi risiko kerjanya. Malah mereke kerjanya diatas dari delapan jam. Kalau pekerja pabrik atau penerima upah itu kan masuk jam delapan pagi keluar jam lima sore. Kalau pekerja informal kan bisa sampai malem atau pagi. Makanya kita ingin memberi perlindungan kepada mereka,” paparnya.

“BPJS TK ini kan perwakilan dari pemerintah, jadi Kita hadir sebagai wakil dari pemerintah yang akan hadir saat masyarakat khususnya di Wilayah Banten terkena risiko kerja. Jangan sampai karena terkena risiko kerja, mereka sampai menjual harta mereka, hal itu kan bisa menirinkan kualitas kesejahteraan mereka,”ungkap Teguh

Untuk merealisasikan dalam penyaluran PBI bagi pekerja informal ini, pihaknya akan intensif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah atau pihak swasta untuk menganggarkan pemberian bagi pekerja informal.

“Jadi akan banyak jurus atau strategi yang akan kami lakukan dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, khususnya informal”katanya

Teguh juga menjelaskan bahwa iuran untuk perlindungan program BPJS TK sangat terjangkau dan memiliki banyak manfaat.”Untuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), iurannya hanya iuran Rp16.800/bulan,”jelasnya

Teguh mengaku walaupun iuran program ini cukup terjangkau, tidak semua pekerja informal menjadikan jaminan sosial menjadi sebuah kebutuhan, hal ini di karenakan faktor kurangnya kesadaran dari masyafakat tentang pentingnya program BPJS TK ini.

“Selain faktor kesadaran, ada juga faktor kemampuan membayar iuran untuk pekerja informal, Kalau tidak kita edukasi secara bagus orang belum tentu mau menjadikan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sebagai kebutuhan. Jadi saat ini kami sudah mulai menyentuh kepada para pedagang kaki lima, tukang ojek, buruh dan lainnya. Bahkan kita sudah kerjasama dengan intens dengan GoJek, dan Grab, kita sudah garap di Tangerang Kota dan Kabupaten Tangerang , kedepannya kita akan jauh lebih luas lagi. Sedangkan untuk daerah Serang dan  sekitarnya tahun ini akan lebih fokus ke petani, nelayan, tukang ojek dan buruh juga. Karena biar bagaimanapun di sana mempunyai risiko juga” tutupnya. (Sis/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here