Dalam Dakwaan Kasus Suap Mall Transmart Cilegon Mantan Walikota Cilegon Tb. Iman Ariadi Menerima suap 1,5Milyar

Centralnews – Cilegon,  Diketahui Tb Iman Ariadi mantan Walikota Cilegon yang menjadi terdakwa suap perizinan pembangunan mall transmart menerima uang suap secara bertahap dari PT Krakatau industrial Estate Cilegon dan PT Brantas abipraya dengan total suap sebesar 1,5 milyar.

Dalam isi dakwaan yang di bacakan jaksa penuntut KPK Dian Hamisena bahwa di ketahui Iman Ariadi menerima uang suap dari Tubagus Dony sugih mukti Direktur Utama PT Krakatau industrial Estate Cilegon sebesar 700 juta serta dari Bayu dwinanto Utomo selaku Project Manager PT Brantas abipraya sebesar 800 juta. Kamis 8/2/18

“menerima hadiah atau janji yaitu menerima hadiah berupa uang secara bertahap dengan jumlah keseluruhan sebesar 1 miliar 500jt yang berasal dari Eka wandoro manager  PT Krakatau industrial Estate Cilegon dan Tubagus Dony sugih mukti Direktur Utama PT Krakatau industrial Estate Cilegon sebesar 700 juta serta dari Bayu dwinanto Utomo selaku Project Manager PT Brantas abipraya sebesar 800 juta” jelas Dian dalam persidangan.

Dalam pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum kpk Bahwa terdakwa Tubagus Imam Hariadi sebagai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menduduki jabatan selaku Walikota Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 13/365/26 tahun 2016 tanggal 12 Februari 2016 bersama-sama dengan Ahmad Dita Prawira selaku kepala dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu pemerintahan Kota Cilegon dan Hendri selaku Direktur PT jayatama pramayasa masing-masing  melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut menerima hadiah atau janji yaitu menerima hadiah berupa uang secara bertahap dengan jumlah keseluruhan sebesar 1 miliar 500jt yang berasal dari Eka wandoro manager  PT Krakatau industrial Estate Cilegon dan Tubagus Dony sugih mukti Direktur Utama PT Krakatau industrial Estate Cilegon sebesar 700 juta serta dari Bayu dwinanto Utomo selaku Project Manager PT Brantas abipraya sebesar 800 juta padahal diketahui atau patut diduga bahwa Hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yaitu agar terdakwa selaku Wali Kota Cilegon menertibkan surat rekomendasi kepada PT Brantas abipraya atau PT BA dan PT Krakatau industrial Estate Cilegon untuk dapat mengerjakan proyek pembangunan mall Transmart tahun 2017 meskipun belum ada perizinan resmi.

Loading...

Seusai mendengarkan pembacaan dakwaan Iman ariadi selaku terdakwa tidak mengajukan esepsi dengan alasan untuk mempercepat sidang. dirinya menyampaikan bahwasanya nanti saja saat masuk pokok perkara saksi saksi yang melakukan pemeriksaan atas dakwaan yang di bawacakan penuntut umum.

“untuk mempercepat sidang kita tidak melakukan epsesi.nanti saja kalau masuk pada pokok perkara biar saksi yang melakukan pemeriksaan atas dakwaan tersebut” Ungkapnya.

Sidang kasus korupsi mantan walikota cilegon tb iman ariadi akan kembali di gelar pada 15 februari mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (Mamo/Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here