Bahaya Zat Kimia Dalam Plastik Untuk Tubuh

Foto : Net

Centralnews, Di era modern sekarang banyak aktivitas pekerjaan yang terkadang mengharuskan kita menghabiskan waktu di luar ruangan. Hal ini kadang membuat kita harus mempersiapkan bekal makanan atau minuman dari rumah. Bekal air minuman biasanya menggunakan air isi ulang yang dikemas ke dalam botol plastik minuman kemasan bekas air mineral.

Plastik adalah bahan sintetis yang diproduksi dengan menggunakan segala macam senyawa. Meski ada beberapa jenis plastik, misalnya plastik PET, aman untuk digunakan, tapi botol plastik sebenarnya dimaksudkan hanya dipakai sekali.

Menurut Dr. Agus Haryono dari Pusat Penelititan Kimia (LIPI) mengatakan bahwa setiap hari ketergantungan terhadap plastik semakin tinggi, namun bahayanya kurang disadari oleh masyarakat. Sesungguhnya penggunaan bahan plastik dalam konsumsi makanan tidak perlu ditakutkan, asalkan kita tahu cara menggunakannya dengan benar. Bagi masyarakat awam cara mudah untuk menghindari bahanya plastik, yaitu dengan membedakan antara plastik untuk kemasan makanan dan untuk keperluan lainnya. Karena karakteristik peruntukannya maka bahan baku dan proses pembuatannya pun berbeda.

Kemasan plastik sebenarnya menimbulkan masalah jika benda ini didaur ulang dan dipakai kembali. Ini karena  plastik yang terurai akan melepaskan zat kimia yang disebut Bisphenol A (BPA) ke dalam air.

BPA ini memiliki beberapa efek negatif pada hormon tubuh, meliputi:

  • Gangguan perilaku
  • Menurunkan imunitas
  • Pubertas dini pada anak perempuan
  • Masalah kesuburan
  • Menurunkan jumlah sperma
  • Gangguan belajar
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Kanker prostat dan payudara
Loading...

Botol plastik juga mengandung zat kimia yang disebut phthalates, zat yang membantu pembuatan plastik PVC lebih fleksibel. Phthalates telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti kanker hati, menurunkan jumlah sperma dan masalah reproduksi lainnya.

Nah, untuk menghindari dampak buruk BPA dari plastik bagi kesehatan, cermati penggunaan barang-barang yang berbahan plastik. Cara mudah untuk mengidentifikasi kandungan BPA adalah dengan memerhatikan kode resin – nomor dalam segitiga tanda panah melingkar di bawah barang-barang plastik. Kode resin 7 berarti plastik kemungkinan mengandung BPA. Selain itu, perhatikan “PC” di dekat simbol daur ulang, yang berarti polikabonat, yang dibuat dari BPA. Jangan gunakan plastik semacam ini sebagai temapoat makanan atau minuman.

Pilih saja produk wadah makanan dan minuman yang tertera tulisan “BPA Free”, atau yang terbuat dari polietielen, polipropilen (kode resin 1, 2 dan 5), poliamida (PA), polietersulfon (PES), bambu, gelas, atau stainless steel. (Lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here