Eksklusif Bersama Ketua DPRD Banten: Hidup Sekecil Apapun Tapi Bermanfaat

Wawancara eksklusif dengan Ketua DPRD bersama Tim redaksi Centralnews.

Centralnews – Serang, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Centralnews, tepatnya pada tanggal 25 April 2018, Centralnews menyelenggarakan serangkaian acara dengan mengundang tokoh-tokoh politik diantaranya Ketua DPRD Banten, Kadis kominfo Banten, dan Akademisi Untirta sebagai narasumber.

Pada kesempatan kali ini Tim Redaksi berhasil mewawancarai salah satu narasumber, ialah Ketua DPRD Banten H. Asep Rahmatullah. Selama satu periode Asep Rahmatullah menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten, berbagai perubahan mungkin telah dirasakan sejauh ia menjabat.

Kepada Centralnews Ketua DPRD Provinsi Banten menceritakan perjalanan selama ia menitik karir di bidang politik. Berikut petikan wawancara eksklusif bersama Ketua DPRD Provinsi Banten H. Asep Rahmatullah dengan Centralnews saat di temui di Rumah Makan Iwak Banten, Kota Serang.

Untuk mengawali perbincangan ini, bisa bapak ceritakan bagaimana lika-liku perjalanan hidup bapak sehingga bisa terjun ke dunia politik?

Dasar kenapa saya berpolitik itu di awali dari mana saya suka berorganisasi baik di sekolah seperti Osis, lalu ketika saya beranjak ke pengusaha saya masuk ke organisasi pengusaha. Karena saya senang berorganisasi dimana pun saya stay pasti banyak bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat. Salah satu perjalanannya ialah pada Tahun 1999 saya menjabat di Kadin Kabupaten Serang, selain itu saya pula aktif di Parta Politik (Parpol). Saat itu parpol saya hanya mendapat dua kursi di Dapil saya. Nah, disitu terjadilah pemekaran wilayah Kota/Kabupaten, ketika pemekaran itu terjadi maka terjadilah kekosongan di kursi DPR. Pada tahun 2008, saya dilantik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Serang. Awal menjelang Pileg Pilpres 2014, ada pergantian Wakil Pimpinan DPR, dari situ saya dipungut oleh partai untuk menjadi Wakil Pimpinan DPR Provinsi Banten. Pada tahun 2014 ada pemilihan legislatif, saya mencalonkan diri dari dapil Kota Serang yang terdiri dari 5 kursi, 4 di antaranya kandidat perempuan sementara saya satu-satunya laki-laki sehingga saya di tugaskan menjadi Ketua DPRD Provinsi Banten hingga sekarang.

Untuk latar belakang parpol sendiri, Bapak berasal dari Parpol Mana?

Saya Kader dari Partai Politik PDI Perjuangan.

Setelah pernyataan yang bapak sampaikan sejak awal bisa ditarik kesimpulan bahwa organisasi merupakan sebuah hobby yang melekat pada diri bapak sejak awal, lalu adakah hobby lain yang berkaitan dengan profesi bapak saat ini?

Ya organisasi itu, dengan organisasi kita dapat berinteraksi, kita dapat mengasah jiwa kepemimpinannya, karena dengan kita sering berorganisasi maka secara otomatis jiwa kepemimpinan kita akan terlatih dengan sendirinya. Dengan mengelola tanggung jawab organisasi dengan baik seiring berjalannya waktu dan pengalaman juga situasi dan kondisi dengan sendirinya individu juga akan menemukan keinginannya. Saya sendiri tidak pernah berkeinginan menjadi Ketua DPRD, ya kita mengalir saja seperti halnya air yang terpenting harus konsisten bahwa kita orientasinya belajar, belajar yang juga disertai dengan sabar. Kesebaran juga memerlukan kesabaran yang sifatnya revolusioner. Dari kesabaran yang kita jalani kita akan menemukan sesuatu yang tidak pernah terduga sebelumnya. Tapi semua bukan karena pribadi. Saya menjadi Ketua DPRD bukan nasib melainkan pilihan.

Selama bapak menjabat menjadi Ketua DPRD hingga saat ini adakah kendala yang bapak alami?

Kesulitan, suka maupun duka pasti ada karena itu merupakan sebuah ujian kehidupan, seperti halnya anak bersekolah, senangnya ketika libur, sulitnya ketika ujian. Itulah sebuah dinamika kehidupan atau dialektika yang memang harus semua dirasakan, jadi jangan di jadikan kendala tapi hal tersebut dapat mematangkan langkah dan tujuan kedepan.

 Apakah hal yang menarik dari profesi yang bapak geluti saat ini?

Yang pertama, hidup itu sekecil apapun tapi bermanfaat dari profesi manapun itu. Karena makhluk hidup itu kan makhluk sosial, artinya ketika kita diberikan jabatan dan amanah, ya bagaimana kita dapat meletakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok serta golongan. Arti politik itu sarana bagaimana memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat dengan merebut kekuasaan secara konsisional yang nantinnya di implementasikan, dan bagaimana setelah kita memiliki kekuasaan itu dapat memberikan yang bermanfaat bagi masyarakat.

 Lalu pada posisi bapak saat ini, siapa saja yang berperan dalam kesuksesan bapak saat ini?

Yang pertama menjadi Ketua DPR itu membutuhkan dukungan dari masyarakat, karena suara terbanyak juga bagian yang menentukan seseorang dapat menduduki posisi jadi menteri contohnya, disamping doa dari keluarga, istri yang telah mensupport dan mendukung atas kesuksesan saat ini, namun yang paling utama dan menentukan ialah ketentuan Allah SWT. Karena bagaimanapun juga manusia boleh punya pilihan dan niatan, boleh punya cita-cita, semuanya di jalani dengan menerima ujian apapun dalam konteks perjalanan. Yang terakhir yaitu, Allah yang memiliki kekuasaan terhadap konteks bagaimana allah memberikan apa yang kita inginkan.

Dalam usia Banten yang yang sudah berusia 17 tahun, adakah perubahan yang bapak rasakan?

Berbicara soal perubahan ya pasti ada, karena dulu Pemerintahan Provinsi Banten masih bergabung dengan Jawa Barat, dengan Banten memisahkan diri dari Jawa Barat pada tahun 2000, yang saat ini sudah berusia 17 tahun pasti ada perubahan-perubahan, walaupun apa yang diharapkan belum memenuhi keinginan semua misalnya, dari sisi bagaimana meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi lalu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemudian bagaimana meningkatkan infrastruktur, dari segi pendidikan, kesehatan. Contoh demikian masih kita lakukan dalam upaya peningkatan-peningkatan terhadap konteks pelayanan yang menjadi tugas dan kewajiban dari pada pemerintah, karena pemerintah didalamnya ada eksekutif dan legislatif berdasarkan Undang-Undang 23.

Lalu prestasi apa yang pernah bapak ukir selama menjabat menjadi Ketua DPRD?

Saya rasa untuk prestasi kembali lagi ukurannya kepada masyarakat, karena penilaian bukan berdasarkan pada diri pribadi yang menilai, tetapi rakyatlah yang menilai. Karena saya selalu berlandaskan bagaimana saya melakukan tugas dan fungsi saya berdasarkan kepentingan masyarakat. Kalau untuk prestasi DPR itu kan hampir mayoritas parameternya bagaimana membuat kebijakan-kebiajakan baik dari sisi menentukan anggaran dan di sisi memproduksi legistlasi, legistlasi yaitu peraturan-peraturan daerah yang berpijak pada kepentingan rakyat, juga dari fungsi pengawasan, kita melakukan fungsi kontrol terhadap eksekutif, agar apa yang menjadi sebuah perencanaan  program dan kinerja eksekutif itu menjadi manfaat bagi masyarakat Banten. Nah mungkin prestasi ini masih bersifat umum, karena penilaian prestasi ini berbeda halnya dengan prestasi olahragawan, karena kita ini pejabat publik, prestasi pejabat publik itu ketika rakyat mendapat pelayanan yang baik dari pemerintah, juga pendidikan yang bisa tejangkau, kesehatan bisa terlayani dengan baik, laju pertumbuhan ekonomi cukup, tingkat pengangguran rendah mungkin itu sebuah prestasinya.

Bagaimana rencana bapak kedepannya untuk Provinsi Banten ini?

Sebagai seorang politisi, saya ingin terus mengawal Pemerintahan Provinsi Banten ini menjadi Pemerintahan yang dirasakan memenuhi rasa keadilan untuk masyarakat Banten. Karena di Banten ini terdapat empat Kota dan empat Kabupaten, otomatis bagaimana dengan wilayah kurang lebih 9.500  ini menjadi potensial yang harus terus kita tingkatkan, yaitu dengan memanfaatkan potensi tersebut dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang berada di Banten, juga potensi geografis yang memiliki kedekatan dengan Ibu Kota Negara yaitu Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here