Penghobi Ayam Di Banten Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa

Proses berlangsungnya santunan anak yatim dan dhuafa yang di gelar oleh Perkumpulan Penghobi Ayam Ketangkasan Nusantara (PPAKN) Provinsi Banten. Selasa (12/6/18).

Centralnews – Tangerang, Perkumpulan Penghobi Ayam Ketangkasan Nusantara (PPAKN) Provinsi Banten menggelar santunan anak yatim dan dhuafa di Jelupang Utama, Gang Warbin, Serpong Utara pada Selasa (12/6/18).

Ketua Pelaksana, Gilang mengatakan, kegiatan tersebut rutin diselenggarakan pihaknya baik di bulan Ramadan maupun dibulan lainnya bahkan sebelum mengadakan kontes. Santunan diberikan kepada 50 anak yatim dan dhuafa dari masyarakat sekitar Jelupang, Serpong Utara.

“Ini merupakan wujud kepedulian PPAKN serta dalam rangka mengharap keberkahan di bulan Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PPAKN Banten, Tarmizi mengungkapkan, PPAKN merupakan organisasi yang mewadahi pecinta dan penghobi ayam. Anggota dapat saling berbagi informasi dan wawasan terkait peternakan hingga ketangkasan ayam.

“Di Banten ini sudah berdiri 5 DPC meliputi Tangerang Raya, Serang dan Lebak. Anggota kami mencapai 30 ribu dari berbagai usia dan profesi,” ujar Tarmizi.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan sosial pihaknya turut mensosialisasikan keberadaan PPAKN kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka meluruskan paradigma masyarakat terkait penghobi ayam.

“Keberadaan kami ingin memberantas perjudian, selama ini image masyarakat kepada ayam seperti itu, padahal banyak sisi positif dari penghobi ayam,” ucapnya.

Tarmizi menjelaskan, salah satu dampak positif kehadiran penghobi ayam adalah mengangkat perekonomian di antaranya kemajuan peternakan dan produsen jamu untuk ayam.

“Bahkan produk jamu ayam sudah ada yang di ekspor sampai ke Thailand,” kata dia.

Menurutnya, dalam ketangkasan ayam telah menerapkan standar keamanan dengan menghadirkan juri dan wasit saat kontes. Selain itu pemenang ditentukan melalui poin pukulan terbanyak.

“Sudah safety sekali seperti halnya olahraga tinju, bagian tertentu dari ayam seperti jalu diberikan penutup,” pungkasnya. (Mad/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here