Postur Anggaran APBD Provinsi Banten di 2018 Meningkat

Proses berlangsungnya Konferensi Pers yang berlangsung di kantor BI perwakilan Banten, Selasa (17/07/18)..

Centralnews – Banten, Secara umum terdapat peningkatan pada postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  Provinsi Banten tahun 2018 dibandingkan tahun 2017, baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja.

Pagu pendapatan Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2018 senilai Rp10,36 triliun, sementara anggaran belanja senilai Rp11,36 triliun. Realisasi pendapatan pemerintah Provinsi Banten pada triwulan I 2018 sebesar 21,5% terhadap target pendapatan, lebih rendah dibandingkan triwulan I 2017 sebesar 22,3%.

Serapan anggaran belanja Provinsi Banten sebesar 8,46%, juga lebih rendah dibandingkan triwulan I 2017 yang mencapai 9,56%, Hal itu di ungkapkan Kepala BI Perwakilan Banten Rahmat Hernowo saat konferensi pers Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Banten yang di gelar di kantor BI perwakilan Banten, Selasa (17/07/18).

“Secara spasial anggaran pendapatan dan belanja terbesar dimiliki oleh Kabupaten Tangerang, diikuti oleh Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Secara kumulatif realisasi pendapatan  pada triwulan I 2018 di delapan kabupaten/kota adalah sebesar 15,99%, lebih rendah dibandingkan triwulan I 2017 sebesar 16,5%. ” Ungkap Rahmat.

Sementara inflasi IHK di Provinsi Banten pada triwulan I 2018 tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2017. Berdasarkan disagregasi, meredanya inflasi didorong terutama oleh menurunnya inflasi komponen core dan administered prices. Sementara volatile food mencatatkan inflasi yang lebih tinggi. Inflasi pada kelompok core didorong oleh komoditas pendidikan dan makanan jadi.

Loading...

“Jadi inflasi pada komponen administered prices didorong oleh tarif listrik 900 VA yang masih merupakan dampak penyesuaian pada tahun 2017, diikuti oleh kenaikan harga BBM non subsidi dan tarif cukai rokok. Sementara itu inflasi komponen volatile food didorong oleh penurunan pasokan beras dan cabai merah sebagai dampak bergesernya masa panen raya,” ujar Rahmat.

Namun, seperti yang terjadi pada triwulan IV 2017, inflasi Provinsi Banten pada triwulan I 2018 tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan inflasi kawasan Jawa. Inflasi Provinsi Banten pada triwulan II 2018 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan I 2018 seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat sehubungan dengan momen bulan Ramadhan perayaan dan Idul Fitri.

Stabilitas keuangan di Provinsi Banten pada triwulan I 2018 dalam kondisi yang baik. Hal tersebut tercermin dari membaiknya beberapa indikator utama perbankan yaitu aset dan penyaluran kredit.

Sejalan dengan itu, tingkat intermediasi dan risiko perbankan juga terpantau dalam kondisi yang baik.  Membaiknya perekonomian Provinsi Banten pada triwulan I 2018 dan sentimen positif dari pelaku usaha menjadi faktor pendorong perbaikan kondisi stabilitas keuangan di Provinsi Banten.

“Sementara itu kondisi stabilitas keuangan rumah tangga terpantau cukup baik yang terlihat dari meningkatnya simapanan masyarakat, rendah dan stabilnya NPL ditengah meningkatnya penyaluran kredit kepada rumah tangga terutama untuk KPR dan KKB. Di sisi pengembangan UMKM, penyaluran kredit  perbankan di Provinsi Banten kepada UMKM tercatat tumbuh relatif tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2017. Perlambatan kredit kepada UMKM tersebut diiringi oleh meningkatnya risiko yang saat ini sudah berada pada level yang harus diwaspadai,” ucap Rahmat.

Pada triwulan I 2018, kinerja transaksi sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai di Provinsi Banten tercatat mengalami perlambatan. Dari sisi non tunai, transaksi RTGS dan SKNBI tercatat mengalami perlambatan baik dari sisi nominal maupun volume. Sementara dari sisi tunai, total perputaran uang di provinsi Banten pada triwulan I 2018, mengalami net inflow dari sebelumnya net outflow.

“Sementara itu, dari sisi Uang Elektronik (UE),  terjadi peningkatan penggunaan UE di Provinsi Banten seiring mulai diwajibkannya penggunaan UE di jalan tol sejak Oktober 2017,” tutupnya. (Sis/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here