Pemkab Pandeglang Bersihkan Sampah di Teluk Labuan Usai Ditegur Menteri Susi

Pembersihan sampah dilakukan di Teluk Labuan. Kamis (2/8/18).

Centralnews – Pandeglang, Pasca cuitan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui akun jejaring sosial Twitter (@susipudjiastuti) pada Rabu, (1/8/2018). Pemerintah Kabupaten Pandeglang langsung merespons permintaan Menteri Susi dengan melakukan gerakan bersih-bersih di Teluk Labuan.

“Bapak/ Ibu Gubenur, bupati, wali kota Banten/ Pandeglang, Labuhan mohon segera dilakukan aksi pembersihannya. Polusi laut akan merusak sumber daya perikanan. Juga mengurangi keindahan, dan mengancam kesehatan masyarakat. Mari mencintai, menjaga dan merawat Laut. Salam hormat,” tulis Menteri Susi.

Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Teluk Endin Pahrudin mengatakan, sampah yang menumpuk dipesisir pantai DesaTeluk itu bukan hanya disebabkan oleh masyarakat yang buang sampah sembarangan, melainkan sampah kiriman dari laut lantaran kondisi daerah di cekungan pantai atau teluk.

“Dari saya kecil memang sampah ini sudah menumpuk karena setiap musim badai tahunan, sampah selalu terdorong kesini,” ungkap Endin Pahrudin Kepala Desa Teluk saat ditemui dilokasi acara,  Kamis (2/8).

Sejauh ini upaya telah dilakukan oleh dirinya bersama warga salah satunya membentuk wadah relawan perduli sampah Desa Teluk.

Loading...

“Intinya bukan hanya masyarakat Desa teluk,  tapi seluruh masyakat dilarang buang sampah sampah sembarangan,” ungkapnya.

Sebagai solusi,  menurut Endin,  dirinya akan menegakan Perda Kebersihan dan Ketertiban (K3) No. 4 Tahun 2008, No. 4 tahun 2016 tentang pengelolaan sampah,  dan Perbup No. 84 tahun 2016 tentang penyelenggaraan kebersihan.

“Saya akan koordinasi dengan Kapolsek dan Koramil untuk mekanismenya. Jika ada yang buang sampah kami denda Rp. 250 ribu dan uang nya akan masuk Kas Desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada saat ini akan ditegakan sebagai solusi meminimalisir sampah di Teluk Labuan.

“Sambil berjalan proses pengerukan sampah ini, kami juga akan sosialisasikan kepada masyarakat terkait denda jika buang sampah sembarangan, sehingga dapat menjaga kampungnya lebih baik dan bersih,” sebut Irna.

Lebih lanjut ia menambahkan, kondisi pantai di Labuan saat ini sudah mengalami pendangkalan yang mencapai 90%. Untuk itu, pihaknya berharap ada normalisasi oleh pihak Provinsi dan Pusat.

“Mudah-mudahan Provinsi dan Pusat juga bantu kami,” tutupnya. (Yusuf/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here