Desa Harjatani Kramatwatu Jadi Contoh Desa Pelopor UHC BPJS Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan KC Serang Sofyeni (Kanan) dan Kepala Desa Harjatani Mastari (ketiga dari kiri) saat melakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Desa Harjatani yang berisi tentang optimalisasi pendaftaran peserta (JKN-KIS) bagi pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja disaksikan Camat Kramatwatu Wawan Setiawan (no dua dari kiri) dan kader BPJS Kesehatan Kemuning (paling Kiri), Senin (06/08/18).

Centralnews – Serang, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang menjadi contoh desa pelopor Universal Health Coverage (UHC) atau bisa di sebut desa yang semua warganya hampir menjadi peserta BPJS Kesehatan. Senin (6/8/18).

Untuk percepatan capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Kantor Cabang Serang melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Desa Harjatani yang berisi tentang optimalisasi pendaftaran peserta(JKN-KIS) bagi pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja.

Kegiatan itu dilaksanakan di kantor Balai Desa Harjatani Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Senin (06/07/18).

Penandatanganan perjanjian di lakukan oleh Kepala BPJS Kesehatan KC Serang Sofyeni dan Kepala Desa Harjatani Mastari, dengan di saksikan Camat Kramatwatu Wawan Setiawan, kader BPJS Kesehatan Serang serta para undangan.

Dengan penandatanganan perjanjian tersebut, diharapan desa Harjatani Bisa menjadi pelopor UHC. Yakni seluruh warganya telah memiliki JKN-KIS.

Centralnews
Loading...

Kepala BPJS Kesehatan KC Serang, Sofyeni mengatakan, perjanjian ini dilakukan dalam rangka menuju UHC di 1 Januari 2019 mendatang dan Desa Harjatani ini adalah bagian Pemerintah Daerah (Pemda) yang paling ujung tombaknya.

“Kita coba mulai dari Desa Harjatani ini supaya nanti bisa menjadi contoh desa yang lain, sehingga bisa menjadi desa yang UHC se Kabupaten Serang,” ungkap Sofyeni.

“Secara nasional penduduk yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah 77 persen, untuk wilayah Kabupaten Serang jumlah pesertanya sudah mencapai 75 persen, kalau di turunkan di Desa Harjatani ini jumlah peserta JKN-KIS nya sudah mencapai 82 persen, untuk mencapai 95 persen di Desa Harjatani ini tinggal 13 persen atau sekitar 2000 an warga lagi yang belum menjadi peserta JKN-KIS,” imbuhnya.

Menurut Sofyeni, untuk mencapai UHC di Desa Harjatani ini tentunya harus dilakukan melalui pemerintah desa dengan cara maping dan menetapkan masyarakat Desa Harjatani perkelompok, persegmen peserta.

“Dengan maping itu pemerintah desa bisa menetapkan apakah dia masyarakat tidak mampu yang tentunya bisa kita salurkan menjadi Peserta Bantuan Iuran (PBI) di Pemda Kabupaten Serang, apakah mereka merupakan komunitas, komunita petani, komunitas pedagang, komunitas tukang ojek dan masih banyak lainnya, nanti di kelompok kelompok ini mendaftar BPJS Kesehatan di desa, masyarakat juga bisa mendaftar lewat dropbox dan kader BPJS Kesehatan, saya berharap 5 bulan ke depan warga Harjatani sudah 95 persen menjadi peserta JKN-KIS,” terang Sofyeni.

Sementara Kepala Desa Harjatani, Mastari mengungkapkan, sangat bangga desanya terpilih menjadi contoh desa UHC BPJS Kesehatan Serang.

“Saya sangat bangga desa Harjatani menjadi contoh desa dengan peserta JKN KIS terbanyak di Kabupaten Serang, saya juga sangat bangga atas antusias masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS, sekarang di desa Harjatani baru mencapai 82 persen yang menjadi peserta, semoga beberapa bulan ke depan desa Harjatani bisa mencapai 95 persen dan bisa menjadi desa pelopor UHC,” ujar Mastari.

Sedangkan Camat Kramatwatu, Wawan Setiawan mengaku, sangat senang melihat antusias warag desa Harjatani untuk menjadi peserta JKN-KIS.

“Semoga dengan adanya sosialisasi tentang JKN-KIS, masyarakat lebih tahu kalau BPJS ini bisa membantu masyarakat, sehingga masyarakat akan segera mendaftar menjadi peserta JKN KIS, dan UHC bisa tercapai di desa Harjatani ini,” tutup Wawan. (Sis/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here