Lambatnya Pengerjaan Proyek Infrastruktur Kota Cilegon, Ada Apa?

Foto: net, Ilustrasi gambar.

Centralnews – Cilegon, Pelaksanaan sejumlah proyek di Kota Cilegon idealnya berjalan mulai April, akan tetapi pelaksanaan proyek tersebut baru dilakukan pada akhir Juli. Senin (6/8/18).

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP) Kota Cilegon, Syafrudin Pakpahan mengatakan, awal Agustus ini sudah masuk sekitar 180 paket dari total 269 paket lelang APBD 2018. Artinya proses lelang yang sudah selesai baru mencapai 70 persen.

“Sementara awal Agustus ini sudah masuk sekitar 180 paket dari total 269 paket lelang APBD 2018. Artinya proses lelang yang sudah selesai baru mencapai 70 persen,” kata Kepala BPBJP Kota Cilegon, Syafrudin Pakpahan, saat ditemui di ruang kerja.

Menurutnya, Pengajuan lelang dari organisasi perangkat daerah (OPD) disebut sebagai penyebab terlambatnya  pekerjaan proyek. Pasalnya, seharusnya pengajuan maksimal pada Februari, namun rata-rata OPD mengajukan lelang pada April.

“Kami setiap tahun mengimbau, agar pengajuan pengadaan barang dan jasa diberikan sejak Desember, maksimal Februari. Tapi, entah bagaimana, rata-rata OPD mengajukan lelang itu selalu April. Saat ini saja ada yang baru mengajukan Juli,” tuturnya seperti dilansir dari Kabar Banten.

Loading...

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon, Muhamad Ridwan mengatakan, atas hal itu dirinya mengatakan ingin mengutamakan kesempurnaan pada dokumen pengajuan lelang. Menurutnya, jika lelangnya bermasalah, maka pengerjaannya pun akan bermasalah.

“Memang pekerjaan betonisasi dan gedung-gedung perkantoran baru dikerjakan mulai akhir Juli. Kami ingin dokumen pengajuan lelang tidak ada cacat, harus sempurna,” ujarnya. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here