Sosok Kyai Ma’ruf Amin, Cicit Dari Imam Besar Masjidil Haram

Centralnews – Serang, (09/08/18) Cawapres Jokowi, KH.Ma’ruf Amin, memiliki segudang ilmu agama, lantaran beliau adalah cicit dari Syaikh Nawawi Al-Bantani, imam besar Masjidil Haram.

Selain itu, sejak kecil, Kyai Ma’ruf selaku mengenyam pendidikan di pondok pesantren (ponpes). Bukan hanya di Tebu Ireng, namun banyak juga ponpes di Banten, salah satunya Al-Khairiyah, Kota Cilegon, Banten.

“Sekelas dengan almarhum orang tua kule (saya). Di Tsanawiyah (Madrasah Tsanawiyah atau MTs),” kata Ali Mujahidin, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (09/09/18).

Sejak muda, Kyai Ma’ruf dikenal sebagai pribadi yang pintar, sama tun dan religius.

Meski telah sukses di perantauannya di Jakarta, Ma’ruf tak pernah melupakan tanah leluhur dan teman-temannya.

“Pribadi yang baik, jujur, berilmu dan istiqomah sebagai ulama. Tawadu dan mencintai ummat,” terangnya.

Ayahnya bernama KH. Mohamad Amin, ulama besar di wilayah Barat Tangerang yang muridnya tersebar dipenjuru Banten.

Semasa kecil, Kyai Ma’ruf, menghabiskan pendidikannya di SD dan mengaku di Madrasah Ibtidaiah (MI) di Kabupaten Tangerang. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang MTS di Ponpes Al-Khairiyah, Kota Cilegon.

Kyai Ma’ruf kemudian melanjutkan pendidikan agamanya ke Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Kyai Amin, ayahnya atau cucu dari Syaikh Nawawi Al-Bantani, memilih Tebu Ireng, karena KH. Hasim As`ari adalah murid buyutnya.

Selanjutnya, Ma’ruf muda melanjutkan pendidikannya ke SMA Muhamadiyah di Jakarta, karena ingin belajar ilmu umum. Namun tidak sampai selesai. Dia pun kembali kembali mondok ke beberapa ponpes yang ada di Banten, sebut saja di wilayah Caringin-Kabupaten Pandeglang, di wilayah Petir dan Pelamunan-Kabupaten Serang. (Yandhie/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here