Kemeriahan Upacara HUT RI Ke 73 Di Makam Buyut Ambiya Iwul Balaraja

Centralnews – Tangerang, Untuk lebih mengenang jasa pahlawan, ratusan warga Kampung Iwul Rt.01 Rw. 02, Desa Tobat Kecamata Balaraja – Kabupaten Tangerang melakukan upacara di komplek pemakaman Iwul. Dalam acara tersebut, ratusan warga dan santri turut ambil bagian di upacara HUT RI yang ke 73 ini.

Pantauan di lokasi, Jumat (17/08/18), warga dan santri dari berbagai daerah datang ke pemakaman iwul untuk menggelar upacara bendera di makam sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pejuang yang telah gugur mempertahankan negara Indonesia. Ini sekaligus sebagai pengingat bahwa setiap manusia akan mengalami kematian.

Meski digelar di area pemakaman, pelaksanaan upacara di area makam ini terlihat  serius dan khidmad. Peserta upacara yang sekitar 800 orang, masyarakat dan santri.

Ketua Relawan Pencegah Maksiat (RPM) H.Rijal mengatakan, selain upacara peringatan HUT RI ke 73, kami juga mengadakan deklarasi Relawan Abuya Muhtadi (RAM), dan melaksanakan istigosah bersama Abuya Muhtadi Dimyati dari Cidahu – Pandeglang.

Loading...

“Kami sengaja menggelar upacara di sini untuk mengenang pahlawan yang sudah gugur. Upacara yang dilaksanakan di dalam area makam ini juga sebagai bentuk ungkapan penghormatan terakhir kepada pahlawan,” kata H.Rijal.

Untuk diketahui, Makam Keramat Iwul Balaraja adalah Makam Buyut Ambiya, Buyut Ambiya sendiri merupakan tokoh agama dan termasuk pejuang melawan penjajah VOC Belanda besama dengan Ki Buyut Talim yang dulu pernah berdiri patungnya di pusat kecamatan balaraja (Sekarang pasar balaraja di bawah fly over).

Sementara itu, Sekertaris Desa Tobat Hendrawan Kusuma mengungkapkan, Singkat sejarah Makam Buyut Ambiya sempat membuat heboh sekitar tahun 1997 an. Kabar “viral” dari mulut ke mulut pada masa itu membuat geger Indonesia. Bisa di bayangkan pada tahun 1997 an belum ada media sosial seperti sekarang ini dimana ada suatu kejadian yang menghebohkan di suatu tempat maka hanya dalam hitungan jam mungkin kabar tersebut bisa tersebar ke mana mana .Namun pada kejadian makam Buyut Ambiya mampu menyedot perhatian seantero negeri menyebar dari mulut ke mulut.

“Berdasarkan Cerita yang saya ingat pada masa itu komplek pemakaman Buyut Ambiya ini masuk dalam proyek penggusuran untuk dijadikan lahan pembuatan pabrik. Namun kemudian pada suatu malam warga di sekitar komplek makam yang bertempat di Desa Tobat itu melihat cahaya bersinar terang di area komplek pemakaman ini,” ungkap Ketua KNPI Kecamatan Balaraja, Saat ditemui dilokasi pemakaman iwul balaraja.

Penasaran warga lalu mendatangi komplek pemakaman Buyut Ambiya dan mendapati Makam Buyut Ambiya membesar seperti bentuk perut ibu hamil.

“Kalau tidak salah ketinggiannya mencapai 4 meteran pada waktu itu. Sontak kabar itu membuat geger warga sekitar dan membuat warga berduyun duyun datang ke makam Buyut Ambiya. Kabar ini merebak ke penjuru negeri bahkan masuk dalam liputan TV nasional. Pada waktu itu suatu daerah masuk liputan televisi termasuk hal yang sangat istimewa,” ujarnya. (Mad/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here