Pemkab Tangerang Gelar Rakor Forkopimda

Proses berlangsungnya Rapat Koordinasi Forkopimda Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kamis (30/8/18).

Centralnews – Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar rapat koordinasi Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Tangerang. Kamis (30/8/2018).

Rakor Forkompimda tersebut dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Tangerang Dr. Komarudin, MAP. Dalam rakor tersebut membahas beberapa permasalahan yang tengah dan akan dihadapi oleh Pemkab Tangerang, diantaranya pembahasan tahapan Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang, serta masalah musim kemarau yang tengah dihadapi oleh masyarakat.

Pj. Bupati Dr. Komarudin mengatakan, Pilpres dan Pileg kali ini harus benar-benar dipersiapkan dengan matang dan seksama, karena dengan segala kompleksitasnya yang tinggi dan rawan juga terjadinya gesekan antar masyarakat. Menurutnya, itu lah resiko yang diharus diterima dan hadapi karena siatem pemerintahannnya menganut sistem demokrasi.

“Saya yakin KPU Kabupaten Tangerang mampu melaksanakan proses Pileg dan Pilpres dengan aman dan lancar karena dipemilukada saja proses itu berlangsung lancar dan aman, meski kita harus lebih banyak mengeluarkan energi dan segalanya untuk itu,” ujar Komarudin.

Komarudin menambahkan, terkait kekeringan di beberapa wilayah, serta berdasarkan hasil pengamatan dan prakiraan BMKG Budiarto Curug, bahwa disimpulkan tiga bulan kedepan di wilayah Kabupaten Tangerang akan mengalami curah hujan yang amat sangat sedikit sekali yang artinya musim kemarau akan masih kita hadapi kedepannya, dan berdasarkan analisa BMKG, akhir kekeringan itu diprediksi akan berakhir pada Bulan November.

Loading...

Zulbahri Bahtiar selaku Kepala Kajari Kabupaten Tangerang mengungkapkan, untuk proses pemilihan Pileg dan Pilpres di tahun 2019 mendatang, sudah ada aturan yang mengatur.

“Jangan sampai ada aturan yang dilanggar sehingga tentunya itu akan meredam gejolak yang ada, dan juga kami mengimbau kepada seluruh elemen untuk menjaga agar jangan sampai ada gejolak dimasyarakat,” ujar Kajari.

Kepala BPBD Kabu Tangerang Agus Suryana mengatakan, Wilayah Kabupaten Tangerang saat ini disebagian mengalami kekeringan karena curah hujan yang berkurang drastis. Akan tetapi, bencana kekeringan saat ini masih bersifat parsial hanya disebagian wilayah saja. dan itu masih bisa ditangani oleh BPBD dan PDAM TKR dalam membantu masyarakat yang kekeringan.

“Saya rasa Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk penetapan tanggap darurat bencana kekeringan jangan dulu dikeluarkan, karena kekeringan saat ini masih tidak terlalu parah dibanding tahun 2013 silam yang hampir seluruh kecamatan mengalami kekeringan, karena apabila sudah diterapkan darurat bencana saat ini maka dikhawatirkan kekeringan ini melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam jangka darurat bencana selama 30 hari, dan juga belum memenuhi kriteria darurat bencana untuk saat ini,” ujarnya. (Mad/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here