Loloskan Lima Eks Koruptor Nyaleg, KPU Sayangkan Keputusan Bawaslu

Foto: net, Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Centralnews – Jakarta, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meloloskan lima orang mantan narapidana korupsi yang menjadi bakal calon anggota legislatif dalam putusan sengketa. KPU menilai hal tersebut seperti memberi jalan kepada mantan napi korupsi lain yang sebelumnya mendapat status tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi melakukan gugatan yang sama.

“Kan saya sudah sampaikan, tiga kasus pertama itu akan jadi bola salju, akan membesar terus, dan semacam fasilitasi atau memberi jalan kepada mantan napi korupsi lain yang sebelumnya mendapat status tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi menjadi melakukan gugatan yang sama,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari detikcom, Kamis (30/8/2018).

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, untuk mengoreksi putusan tersebut, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Bawaslu. Menurut Wahyu, Bawaslu meloloskan mantan eks napi korupsi lantaran mereka tidak menjadikan PKPU itu sebagai pertimbangan.

“Itulah, problematikanya adalah cara pandang Bawaslu dan KPU terhadap PKPU itu berbeda. Cara pandang KPU itu PKPU, kalau sudah diundangkan, itu mengikat semua pihak, termasuk Bawaslu. Itu cara pandang KPU. Cara pandang Bawaslu ternyata tidak. Buktinya, tidak menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Tentu saja KPU dalam posisi, karena PKPU masih sah dan berlaku, itu yang jadi pedoman kerja kami,” terang Wahyu.

Atas hal demikian, pihaknya menilai Bawaslu terkesan memberi peluang terhadap eks koruptor untuk maju caleg. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here