Melantik 512 PNS, Wabup :  PNS Merupakan Pelayan Masyarakat

Centralnews – LEBAK, Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi, melantik 512 orang Aparatur, terdiri dari 269 orang dari CPNS ke PNS dan 243 orang Jabatan fungsional tertentu dengan angka kredit. Dalam sambutannya Wabup menekankan bahwa setiap PNS merupakan pelayan yang harus memapu memfasilitasi orang yang dilayaninya.

“Saya ingatkan bahwa kita adalah pelayan, tentunya mempunyai konsekuensi, jadi jangan berharap untuk dilayani” ujarnya, dihadapan Aparatur yang dilantik dan diambil sumpahnya di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (31/08/18).

Selain itu Wabup mengatakan bahwa setiap apartur harus menjalankan pola hidup sederhana sesuai dengan kapasitasnya serta mematuhi sumpah jabatan dan berkomitmen terhadap fakta intergritas yang telah ditandatangani oleh setiap PNS,  menjadi PNS bukan untuk mencari kaya, namun untuk siap hidup sederhana. Kalau kepikiran ingin kaya sebaiknya tidak memilih jadi PNS, karena mendorong bersikap koruptip yang juga akan membahayakan diri sendiri dan akan terjerat permasalahan hukum.

Loading...

“Tidak mementingkan kepentingan pribadi, mengedepankan kepentingan bangsa sesuai tufoksinya” Tambahnya.

Sementara itu kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Lebak, Edi Wahyudi mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan amanat Undang-undang ASN No. 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, yang menyatakan bahwa setiap PNS yang menduduki jabatan dalam suatu jabatan harus dilantik dan diambil sumpah.

Berdasarkan Keputusan Bupati Lebak Nomor 821.2/Kep.384-BKPP/20018 tentang Pengangkatan Pertama Kali Pegawai Negeri Sipil ke Dalam Jabatan Fungsional Guru di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak 206 Orang Guru.

“Hari ini kita melantik 206 orang guru, Selain itu ada 18 orang dokter, 18 Orang Penilik dan 1 Orang Auditor, sementara sisanya dari CPNS ke PNS” Kata Edi.

Disinggung tentang upaya pengingatan mutu pendidikan, Edi mengaku bahwa Kabupaten Lebak masih kekurangan tenaga guru PNS, “Di Kita masih banyak guru yang masih berstatus tenaga honorer” Pungkasnya.(Andri/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here