Sempat Disebut Jenderal Kardus, Prabowo Rangkul Andi Arief

Andi Arief sebelumnya pernah lontarkan Prabowo sebagai Jenderal Kardus
Foto: net, Suasana saat Prabowo Subianto merangkul Andi Arief Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Centralnews – Jakarta, Setelah pernah melontarkan pernyataan sensasional yang menyebut Prabowo Subianto sebagai ‘Jenderal Kardus’, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief dirangkul oleh calon presiden Prabowo Subianto. Moment tersebut berlangsung sesaat setelah konferensi pers di rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan. Rabu (12/9/18) kemarin.

Mengutip dari Tempo.co.id, Andi Arief  yang awalnya berdiri di belakang Prabowo. Adapun di barisan depan, Prabowo berdiri didampingi Sandiaga di sebelah kanan dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY di sisi kiri.

Setelah konferensi pers usai, Andi tampak bergerak maju mendekati Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menyambut Andi yang mendekatinya. Keduanya lantas berjabat tangan, lalu Prabowo merangkul Andi dengan tangan kanannya. Keduanya tampak tertawa sembari momen itu diabadikan awak media.

Andi menyebut Prabowo sudah mengenal dirinya sejak lama.

“Pak Prabowo sudah mengenal saya lama. Dia tahu saya tak pernah bermain-main dengan kata-kata dan saya tak pernah mengkhianati kebenaran,” kata Andi via Twitter sembari menyertakan foto dirinya dirangkul Prabowo, Kamis (13/9/2018).

Loading...

Andi lalu bicara soal koalisi Prabowo-Sandi. Menurutnya, berbeda cara dan strategi pemenangan hal yang lumrah.

“Koalisi artinya bersatu untuk menang. Untuk mencapai menang tidak harus dicapai dengan cara seragam. Berbeda cara tapi kemenangan tak dapat ditunda,” kata Andi.

Andi Arief sebelumnya membuat panas hubungan Demokrat dan Gerindra di awal pencalonan Prabowo – Sandiaga. Mantan aktivis 1998 itu menuding Sandiaga menggelontorkan uang untuk Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional demi pencalonannya. Menurut Andi, masing-masing partai menerima Rp 500 miliar dari Sandi.

Andi menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus yang tak konsisten pada komitmen koalisi dengan Demokrat. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here