Ditjen IKP Gelar Harmoni Indonesia Pentas Budaya dan Doa

Ditjen IKP Gelar Harmoni Indonesia Pentas Budaya dan Doa
Ibu Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. (Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Menkominfo RI), Budayawan Banten yang oleh Dr. H. Helmy Faizi Bahrul Ulumni yang sekaligus dosen di UIN SMH Banten, dan KH. Ahmad Sugeng Utomo (Pembina Penggerak Budaya Nusantara), dan Kabid Humas Polda AKBP Whisnu Cakara, saat dialog Peran Media Sosial dalam Melestarikan Kebudayaan dan Kemajuan Bangsa Indonesia, Sabtu malam (22/09/18)

Centralnews – Serang,Ditjen IKP Gelar Harmoni Indonesia Pentas Budaya dan Doa. Dalam rangka upaya melestarikan keragaman budaya Indonesia sebagai potensi untuk memperkaya dan mempersatukan masyarakat di era teknologi digital yang rentan dengan informasi hoax dan radikalisme, Kementrian Kominfo Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) bekerja sama dengan Penggerak Budaya Nusantara menggelar Harmoni Indonesia pentas budaya dan doa untuk negeri di Gedung Prof.K.H Sjadzli Hasan UIN Sultan Maulanan Hasanuddin, Jl.Jenderal Sidirman no.30 Penancangan Cipocok Jaya Kota Serang Banten, Sabtu (22/09/18)

Acara yang mengambil tema “peranan Media Sosial dalam melestarikan kebudayaan dan kemanjuan bangsa” ini akan di isi dengan pentas musik, pentas budaya, talkshow deklarasi anti hoax dan doa untuk negeri. Akan ada pentas dari Deni Aden Sound of Spirit, tari Ahlan Wa Sahlan yang di tampilkan oleh UKM Pandawa Untirta, Rampak Beduk oleh UKM Pandawa Untirta, WN.SHM Banten, dan Pencak Silat Bandrong Ing Cilegon oleh UKM Pramuka, WN.SHM Banten.

Selepas pementasan beberapa budaya asli Indonesia, acara dilanjutkan Dialog Budaya dengan tema”Peran Media Sosial dalam Melestarikan Kebudayaan dan Kemajuan Bangsa Indonesia” dengan pembicara oleh Ibu Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. (Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Menkominfo RI), Budayawan Banten yang oleh Dr. H. Helmy Faizi Bahrul Ulumni yang sekaligus dosen di UIN SMH Banten, dan KH. Ahmad Sugeng Utomo (Pembina Penggerak Budaya Nusantara), dan Kabid Humas Polda AKBP Whisnu Cakara, dilanjutkan pembacaan deklarasi Hoax yang dipimpin oleh Mahasiswa sebagai perwakilan masyarakat umum yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Pembina Penggerak Budaya Nusantara KH. Ahmad Sugeng Utomo mengatakan kegiatan Harmoni Indonesia ini dimaksudkan untuk menjaga keselarasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dijalankan melalui proses pentas budaya doa untuk negeri.

“Dengan kegiatan ini semua bisa ketemu di dalam satu wadah dimana wadah Itu untuk kerangka yang lebih besar yaitu rangka menjaga kesatuan negara Republik Indonesia,”ungkapnya

Loading...

Selain itu, lanjut Akhmad, Harmoni Indonesia bertujuan untuk melestarikan budaya serta membumikan nilai-nilai dasar Pancasila dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika”berbeda-beda tetap satu jua” kepada Masyarakat melalui pentas dan dialog budaya.

“Selain itu acara tersebut dijadikan sebagai wadah untuk mensosialisasikan gerakan anti hoax dan radikalisme kepada masyarakat,”ujarnya

Dalam dialog Budaya dengan tema”Peran Media Sosial dalam Melestarikan Kebudayaan dan Kemajuan Bangsa Indonesia”  Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Menkominfo RI Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. mengatakan sekarang ini banyak berita berita hoax atau bohong yang beredar di media sosial, masyarakat harus lebih berhati hati, masyarakat harus lebih cerdas dalam berinformasi dan mampu menyerap dengan baik berbagai berita yang didapat.

“Saat menerima informasi apapun itu untuk menyingkirkan informasi yang tergolong hoax, karena apabila membuat atau ikut menyebarkan informasi hoax bisa terkena UU ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara atau denda 750 juta, jadi kita harus berhati hati,”ungkap Rosarita

Menurut Rosarita ada beberapa ciri ciri informasi hoax yaitu informasinya membuat kecemasan, informasinya memunculkan fitnah dan mengajak kebencian pada kelompok tertentu dengan cara merekayasa foyo dan fakta.

“Hati-hati pada permusuhan dan ajakan untuk memusuhi bangsa sendiri oleh berita hoaks,” ujarnya

Sedangkan Kabid Humas Polda AKBP Whisnu Cakara mengatakan dari tema dialog sekarang memang sangat berpengaruh kepada budaya, dalam artian budaya di bentuk oleh masyarakat itu sendiri.

“Pada hakikatnya budaya di bentuk oleh masyarakat itu sendiri, dengan adanya medsos yang sudah beredar sekarang ini secara langsung, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka akan membentuk dan bisa membawa kearah mana budaya ini akan di bentuk,”Ungkap  AKBP Whisnu

“Kalau dari sisi kepolisian khususnya kami di bagian bidang Humas, kita sebagai koordinator media akan selalu memonitor itu, apabila ada hal hal yang memang bertentangan, dan ada media negatif maka kita akan berkoordinasibdengan pihak pihak terkai,”tandas AKBP Whisnu

Di akhir acara, peserta Harmoni Indonesia mendeklarasikan Indonesia anti hoaks, fitnah, dan radikalisme.(Sis/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here