Hetrosexual Mengancam Anak Muda Banten, Pemerintah Tidak Terlalu Memperhatikan

Hetrosexual Mengancam Anak Muda Banten, Pemerintah Tidak Terlalu Memperhatikan
Centralnews – Serang, Hetrosexual Mengancam Anak Muda Banten, Pemerintah Tidak Terlalu Memperhatikan. Golongan HETROSEXUAL (HS) menjadi salah satu golongan yang paling tinggi dalam menyebabkan resiko penularan HIV/AIDS diwilayah Banten.

Nur Berta Larasati yang merupakan Staf Program Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Banten mengatakan, urutan pertama yang menyebabkan orang terkena penyakit HIV/AIDS itu HETROSEXUAL, yang kedua Gonta Ganti pasangan sesama jenis.

“Untuk yang urutan penularan yang pertama jika dilihat dari grafiknya adalah HETROSEXUAL menduduki urutan pertama, gonta ganti pasangan Laki Sex Laki (LSL) juga, karna yang LSL itu bukan saja LSL murni tapi juga double sexual, ya sama laki juga ya sama wanita juga.” kata Nur Berta Larasati staf program Komisi Penanggulangan HIV/Aids Provinsi Banten saat ditemui dikantornya, Rabu,(03/10/18).

Yang mengkhawatirkan, lanjut Berta, “kebanyakan dari kalangan LSL ini pada usia muda, bahkan masih anak anak di bawah umur tujuh belas tahun dan ini sekarang sudah merambah ke daerah daerah yang data tingkat catatan HIV/Aids nya kecil di wilayah banten,” tuturnya.

“Ini sudah merambah ke pandeglang dan lebak, selama ini kurang dilirik oleh program nasioanal karna di anggap potensi penularan HIV nya rendah, padahal itu salah, menurut kita itu akan menjadi bom waktu, karna intensitasinya kurang jadi mereka merajalela. mungkin mereka gak main di pandeglang atau dilebak. namun diluar daerahnya, begitu pulang sakit.” Lanjutnya

Loading...

Sementara itu juga salah satu staf program Komisi Penanggulangan HIV/Aids Provinsi Banten, Beni Surahman juga menerangkan, Dari angka temuan kasus yang ada. HIV/Aids ini merupakan penomena gunung es, hanya terlihat diatasnya saja namun dibawahnya tidak kelihatan.

” Selama ini pemerintah daerah masih memandang sebelah mata, belum jadi proritas Penanggulangan HIV ini, masih banyaknya yang belum paham dan beranggapan bahwa semakin banyak ditemukan menandakan kinerjanya  semakin tidak baik, padahal itu sebaliknya.”terangnya.

“Masalah LSL ini sebenarnya, bukan hanya ranahnya dinas kesehatan saja, namun banyak ranahnya dinas atau opd terkait lainnya yang seharusnya juga ikut peduli,” imbuh Beni

“Jadi kita minta peranannya DP3AKKB itu untuk perlindungan anak, supaya mereka juga punya peranan, karna anak anak kita juga harus dilindungi, kalau kita bicara terkait bahaya narkoba itu sudah kenceng banget sosialisasinya dan kebanyakan anak anak paham. tapi kalau LSL ini sulit karna mereka masih gaya hidupnya lebih mendorong ke gaya hidup yang salah.”pungkasnya.(Oki/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here