Sosialisasikan APAR, CV Pratama Karsa Ajak Kepsek SMA/SMK se-Kabupaten Serang

Suasana saat berlangsungnya sosialisasi yang digelar oleh CV Pratama Karsa di Kebun Kubil, Jalan Bhayangkara, Rabu (07/11/2018). 

Centralnews – Serang, Puluhan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK se-Kabupaten Serang dikumpulkan oleh CV Pratama Karsa di Kebun Kubil, Jalan Bhayangkara, Rabu (07/11/2018). Kepala Sekolah SMA/SMK dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi tentang Alat Pemadaman Api Ringan (APAR).

CV Pratama Karsa yang mempunyai bidang distributor Alat Pemadaman Api Ringan (APAR) memberikan sosialisasi kepada para Kepala atau guru-guru SMA/SMK se-Kabupaten serang untuk menanggulangi dan mencegah kebakaran.

Manager CV Pratama Karsa, TB. Efi Rafiudin mengatakan, mengenai rekomendasi tentang sosialisasi masalah kebakaran api ringan, pihaknya mengaku dapat izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk memasuki dan mensosialisasikan alat pemadaman api ringan ini, dan sebelumnya, sudah mensosialsisai APAR ini ke Kabupaten Lebak.

Centralnews.co.id

“Nanti Kami akan berikan simulasi di Sekolah-Sekolah se-Kabupaten Serang tentang kebakaran dan cara menggunakan Alat pemadaman api ringan ini,” Kata Manager CV Pratama Karsa TB. Efi Rafiudin saat memaparkan materi soal Apar, di Rumah makan Kebun Kubil, Rabu (07/11/2018).

Efi menambahkan, APAR ini bisa digunakan jika awal kebakaran yang sekiranya api masih bisa dijinakkan, jika api sudah mulai membesar atau setara 600 hingga 1.000 derajat celcius, apar ini tidak bisa digunakan.

“Kalau melebihi derajat celcius standar APAR maka kita harus memanggil Pemadam Kebakaran (Damkar), biasanya api akan membesar jika di diamkan selama 10 menit, maka suhu api itu langsung mencapai 1.000 derajat Celcius,” Tambahnya

APAR ini harus ditempatkan di ruang terbuka, yang bisa dilihat dan di jangkau orang, penempatan apar ini jangan terlalu tinggi dan pendek, akan tetapi, menurutnya yang sekiranya bisa di jangkau orang.

“Apar ini harus ditaro di dinding, jangan sampai lebih 125 Cm tingginya, dan jangan juga ditaruh dilantai,” pungkasnya. (Oki/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here