Pemkab Serang Diserbu Buruh, Minta Naikan UMK 20 Persen

Pemkab Serang Diserbu Buruh, Minta Naikan UMK 20 Persen
Foto: net

Centralnews – Serang, Kantor Bupati Serang didatangi para buruh untuk berunjuk rasa. Sekitar 8.000 buruh dari 8 aliansi yang melakukan aksi, aksi tersebut menuntut agar upah minimum kabupaten/kota dinaikan sebesar 20 persen. Kamis (8/11/2018).

Sebelumnya, aksi berkumpul di kawasan modern cikande kemudian sekitar pukul 14.40 WIB bergerak menuju pendopo Bupati Serang. Aksi di kawal dengan ketat.

Sementara itu, Asep Danawiria selaku Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) 73 Kabupaten Serang  mengatakan,berdasarkan hasil survey pasar, kebutuhan fisik perbulan mencapai Rp 2,540 juta, kontrakan Rp 500 ribu, transportasi 25 hari Rp 750 ribu, listrik Rp 350 ribu, biaya pendidikan Rp 71 ribu, rekreasi Rp 80 ribu, dan tabungan Rp 85 ribu. “Total angkanya Rp 4.376.820 juta. Ini jauh dari keputusan pemerintah yang hanya menaikan 8,03 persen,” ujar Asep dalam pemaparannya saat audiensi bersama Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. Seperti dilansir Kabar-Banten.com, Kamis (8/11/2018)

Dari hasil survey tersebut Asep berharap kepada Bupati Serang  untuk merekomendasikan hal ini kepada Gubernur Banten agar dapat mempertimbangkan kembali kenaikan UMK, pihaknya berharap UMK dapat dinaikan sebesar 20 persen.

Lalu,  Dia menuturkan bahwa upah minimum sektoral  di Kabupaten Serang masih ketinggalan. Dirinya meminta untuk sektor satu kenaikannya sebesar 15 persen dan sektor dua 10 persen dari UMK 2018. “Ini baru kebutuhan satu orang yang lajang. Apalagi untuk rumah tangga ini tidak mencukupi,” ucapnya.

Hal tersebut ditanggapi  Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, akan menampung semua aspirasi yang disampaikan. Namun, pihaknya tidak bisa memutuskan sepihak. “Kalau  tadi yang kita terima apsirasi dari para buruh, maka kita juga harus mendengar pengusaha,” ujarnya.

“Percuma kita memberikan angka sesuai tuntutan mereka 20 persen kenaikan, sementara pengusaha tidak mampu membayarnya. Atau mereka malah gulung tikar, karena biaya produksi bukan hanya upah buruh tadi disampaikan juga kesulitan bahan baku juga kendala. Itu berarti mendongkrak harga bahan baku jadi naik. Terus mesulitan pemasaran juga jadi kendala. Oleh karena itu makanya aspirasi boleh diterima tapi saya tidak memberikan garansi bahwa aspirasi itu bisa diterima oleh semua pihak,” tuturnya. (Shofi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here