Bersama TNI-Polri, Warga Suwakan-Lebak Peringati Hari Pahlawan

Suasana saat berlangsungnya pawai obor dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Desa Suwakan, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (10/11/2018) dini hari.

Centralnews – Lebak, Semarak memperingati Hari Pahlawan 10 November, ribuan masyarakat beserta TNI dan Polri melangsungkan kegiatan pawai obor dan ziarah ke makam pahlawan di Kampung Suwakan, Desa Suwakan, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (10/11/2018) dini hari.

Kegiatan yang rutin dilakukan selama tiga tahun terakhir ini merupakan bentuk penghormatan warga kepada 13 tokoh masyarakat yang tewas ditembak mati oleh tentara Belanda pada tahun 1948 saat Agresi Militer II, karena menghalangi penjajah untuk menguasai kembali tambang emas di Cikotok.

Saat berlangsungnya ziarah ke makam pahlawan di Kampung Suwakan, Desa Suwakan, Kabupaten Lebak.

AKP Tatang Warsita, Kapolsek Bayah yang turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan pawai obor dan ziarah ke makam pahlawan mengungkapkan, merasa bangga melihat antusias masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan hikmat.

“Ini harus terus dilakukan setiap memperingati Hari Pahlawan agar melekat kuat semangat perjuangan dalam diri, terlebih Kampung Suwakan memiliki cerita sejarah perjuangan dan merupakan Kampung Pahlawan,” ungkap AKP Tatang.

Selain itu, Kepala Desa Suwakan Edi Rapiudin, turut menuturkan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir untuk memperingati Hari Pahlawan dengan berjalan kaki bersama. Mulai dari titik penembakan hingga ke makam Pahlawan untuk bersama-sama mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.

“Tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Masyarakat, TNI dan Polri yang pada malam ini bersama-sama melaksanakan pawai obor dan ziarah ke makam Pahlawan, ini adalah momentum dimana masyarakat Desa Suwakan dapat mengingat sejarah tentang 13 tokoh masyarakat yang gugur membela tanah kelahirannya, dari para tangan penjajah. Negara yang besar adalah negara yang mengingat akan sejarah perjuangan bangsanya,” kata Edi.

Suasana haru pun terlihat saat seluruh masyarakat bersama-sama mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur. Isak tangis warga yang merupakan keturunan dari 13 tokoh tersebut tak terbendung ketika mendengarkan sepenggal puisi yang menceritakan perjuangan ke 13 tokoh hingga akhirnya tewas ditembak mati oleh tentara Belanda secara masal.

Dendi salah seorang warga yang membacakan puisi menyampaikan jika apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan harus kita hormati, oleh karena itu, dirinya berharap agar generasi selanjutnya dapat meneruskan perjuangan para pendahulunya agar dapat membawa negara Indonesia menjadi lebih besar di mata dunia.

“Jika dulu para pejuang harus mencapai kemerdekaan dengan keringat dan tumpah darah, saat ini kita sebagai generasi penerus bangsa tidak perlu berperang untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Jadilah pemuda yang berpendidikan yang memiliki kecerdasan teruskan perjuangan pahlawan dan harumkan nama bangsa Indonesia hingga ke penjuru dunia,”ungkap Dendi. (Andri/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here