TKA Ilegal Di Kabupaten Serang Dan Tangsel Berhasil Diungkap Timpora

TKA Ilegal Di Kabupaten Serang Dan Tangsel Berhasil Diungkap Timpora
Foto: net

Centralnews – Kabupaten Serang, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) berhasil mengungkap peredaran Tenaga Kerja Asing (TKA) tanpa dokumen lengkap atau illegal yang bekerja di Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan, Rabu (28/11/2018).

Dari razia tersebut di Kabupaten Serang, ditemukan sebanyak 37 TKA tidak memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) di PT Conch Cement Indonesia, di Kecamatan Pulo Ampel.

Kasubag Wawasan Kebangsaan pada Bagian Kesbangpol Kabupaten Serang, Tipah Setiawan mengatakan, Kesbangpol Kabupaten Serang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Imigrasi, Kejaksaan, dan Polres ikut serta membantu Timpora melakukan pemantauan di PT Conch Cement Indonesia.

“Tadi kami kesitu (PT Conch Cement Indonesia). Memang (produksinya) lagi off, bahannya belum datang. Tapi, kami ketemu dengan orang – orang asingnya. Jadi yang ada disitu sebanyak 37 WA (Warga Asing) dan 137 WI (Warga Indonesia),” ujar Tipah Setiawan, Rabu (28/11/2018), seperti dilansir Kabarbanten.com.

Tipah juga menuturkan berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, semua TKA tidak melaporkan IMTA ke Disdukcapil Kabupaten Serang. Padahal, mereka semua sudah satu tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Loading...

“Dia ( pihak perusahaan) mengakui belum melaporkan ke Dukcapil, tapi dia berjanji mulai minggu depan akan melapor ke Dukcapil, Imigrasi dan Dsinakertrans. Jadi kita lihat aja Desember, dia katanya mau datang,” tuturnya.

Namun, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan mengenai sanksi, hanya melakukan pemantauan saja. Sedangkan hasil pemantauan tersebut, nantinya akan dilaporkan ke provinsi.

“Jadi hanya pendataan saja, kami gak bisa melakukan tindakan. Sebab, fungsi pengawasannya ada di provinsi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Human Resources Development (HRD) PT Conch Cement Indonesia, Vion Qiu membenarkan bahwa pihaknya belum melaporkan TKA yang bekerja diperusahaannya ke Disdukcapil. Selain itu, para TKA tersebut ditempatkan dari kantor pusatnya.

Vion mengatakan, semua TKA tersebut berasal dari Cina yang didatangkan dari perusahaan yang ada di pusat untuk mentransfer ilmu atau mengajarkan TKI yang bekerja di di PT Conch Cement Indonesia. “Mereka semua tenaga ahli di kantor pusat kita, rata- rata mereka engineering, karena mesin kita sudah modern, jadi ilmu mereka untuk mengajar TKI kita,” katanya.

Sedangkan di Kota Tangsel, sebanyak 30 tenaga kerja asing (TKA) yang tidak dapat menujukkan dokumen resmi itu digelandang ke Imigrasi Tangerang. “Bersama Tim Pengawas orang asing (Timpora), kami lakukan pengawasan dan kami bawa sekitar 30 orang untuk kami periksa ke kantor,” ujar Kepala Imigrasi Tangerang Herman Lukman, Rabu (28/11/2018).

Timpora mendatangi sejumlah area perkantoran dan hunian yang ada di sekitar kawasan Tangerang Selatan dalam operasi pengawas orang asing ini,“Kami datangi kantor-kantor, apartemen dan kawasan hunian di sini,” kata Herman.

TKA yang terjaring razia di tempatnya bekerja, yakni PT Smartfren Telecom, kawasan BSD, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Bahkan ada di antara warga negara Cina langsung kabur meninggalkan piring nasi yang sedang disantap olehnya. (Shofi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here