Pemuda Bakar Diri Karena Depresi Dikabarkan Tewas di RS Fatmawati

Pemuda Bakar Diri Karena Depresi Dikabarkan Tewas di RS Fatmawati
Foto: Ilustrasi

Centralnews –  Kota Tangerang, Korban bakar diri, Rizal Muzaki, dikabarkan mengembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Pemicu korban nekat bakar diri diduga karena depresi.

Kapolsek Karawaci Kompol Abdul Salim mengatakan, anak pedagang pecel lele berusia 19 tahun itu meninggal dunia pada Kamis (29/11/2018).

“Ketika saya besuk ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal oleh dokter RS Fatmawati pada pukul 22.00 WIB,” ujarnya kepada, Jumat (30/11/2018) Seperti dilansir TangerangNews.com.

Abdul menuturkan, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Fatmawati. Namun setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 23 jam, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

“Dia sempat sadar. Sempat bilang ke dokter kalau memang dia sengaja bakar dirinya sendiri,” ucapnya.

Loading...

Sebelumnya, peristiwa bakar diri itu pertama kali diketahui rekan korban, Ade Rohman, Rabu (28/11/2018). Saat Ade melintasi SDN Karawaci, saksi mendengar teriakan korban. Tubuh korban sudah dalam keadaan terbakar saat dihampiri.

Menurut Abdul, korban meninggal dunia karena luka bakar yang dideritanya cukup berat. Bahkan luka bakar itu mencapai 90 persen disekujur tubuhnya. korban sengaja membakar dirinya sendiri dengan korek api gas setelah tubuhnya dilumuri minyak tanah.

Sementara soal pemicunya, lanjut Abdul, karena diduga depresi. Sebab, selama satu pekan sebelum peristiwa bakar diri itu terjadi, korban tampak terlihat murung.

“Bukan karena cinta, tapi dia mengalami depresi. Dia memang sudah satu minggu tidak mau makan serta seperti orang yang sedang bermasalah,” tuturnya.

Kini, jenazah korban telah dimakamkan di daerah Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah. Pasca peristiwa ini, Abdul pun mengimbau komunikasi di dalam sebuah keluarga harus terjalin, terutama antara orang tua dengan anak.

“Kepada warga masyarakat saya imbau bahwa anak itu harus ditanya-tanya terus oleh orangtua. Biar sinergi. Komunikasi penting,” imbaunya.(Shofi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here