WWF Minta Kapolri Tindak Tegas Anggotanya yang Berburu Satwa Langka

Foto: net, Ilustrasi gambar rusa yang marak diburu liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Centralnews – Pandeglang, WWF-Indonesia, meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, untuk menindak tegas anggotanya berinisial Kombes B, yang di duga ikut berburu Rusa Timor.

Kombes B di duga ikut bersama 10 pemburu lainnya, memburu hewan dilindungi di Pulau Panaitan, yang masuk ke dalam zona Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Kita mengharapkan Kapolri membuktikan komitmen nya dalam memerangi illegal wildlife trade. Apalagi ini diduga anggotanya yang menjadi bagian dari kasus (perburuan)” kata Drh Kurnia Khairani, Project Leader WWF-Indonesia, kantor UK, melalui pesan singkatnya, Selasa (04/12/2018).

Para pemburu tiga Rusa Timor itu, ditangkap di Pulau Panaitan, yang masuk ke dalam hutan TNUK, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu 01 Desember 2018.

WWF mengapresiasi petugas gabungan dari Balai TNUK, TNI AL dan Polri, yang berhasil mengamankan para pemburu ilegal di Pulau Panaitan. Bahkan salah satu pemburu seorang Kombes B.

Dari tangan para pemburu, ditemukan senjata laras panjang untuk berburu, alat komunikasi dan tiga ekor Rusa Timor yang sudah di dalam kotak.

“Kami WWF akan terus mensupport TNUK, untuk mengawal proses penegakan hukum nya,” jelasnya.

Perlu diketahui, WWF-Indonesia merupakan yayasan independen yang terdaftar sesuai hukum Indonesia. Dikelola oleh Dewan Penyantun yang terdiri dari Dewan Penasihat, Dewan Pengawas dan Dewan Pelaksana. Dewan ini berfungsi sebagai lembaga penentu arahan strategis dan kredibilitas WWF-Indonesia. (Yandhi/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here