Guru SMA Di Palak Oknum Dindik Banten

Foto: net, Ilustrasi gambar

Centralnews – Lebak, Sebanyak 103 guru SMA sederajat di Kabupaten Pandeglang, di pungli oleh oknum di Dinas Pendidikan (Dindik) Banten, kisaran nya antara Rp 600 ribu sampai Rp 650 ribu per orang.

Pungli berawal dari keluarnya surat edaran dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, nomor 800/3792-BKD/2018, untuk kenaikan pangkat.

Dari sekolah AS, salah satu guru SMA sederajat di Kabupaten Pandeglang, setidaknya ada 20 orang yang mengajukan kenaikan pangkat, mulai dari golongan III C ke III D dan III D ke IV A. 

“Koordinator pengujinya Pak Wahya, dia pengawas SMA provinsi. Dia yang jadi koordinator nya itu yang mengumpulkan katanya,” kata AS, salah satu guru di Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (12/12/2018).

Hal sama terjadi juga disekolah lainnya, guru IK bercerita kalau enam rekannya dimintai uang sebesar Rp 600 ribu per orang, untuk kenaikan pangkat.

Loading...

“Mereka membayar, tidak mempermasalahkan uang tersebut, itu untuk naik pangkat. Dikasih kwitansi nya juga,” kata IK, salah satu guru di Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (12/12/2018).

Inspektorat Provinsi Banten membenarkan ada oknum dari Dindik Banten, bernama Wahya, yang memungut uang dengan janji akan diberikan kenaikan pangkat. Total uang yang disita dari Wahya, berjumlah Rp 34 juta.

Dari 103 guru yang akan membayar untuk kenaikan pangkat, baru 51 orang yang menyerahkan uangnya ke Wahya.

Wahya terancam pemberhentian sebagai PNS hingga pidana penjara, sesuai peraturan yang berlaku.

“Sudah diperiksa, uang sudah disita. Ini kategori pungli. Ini dikelola tim, ketua timnya Pak Wahya, oknum pengawas di KCD Pandeglang,” kata Kusmayadi, Kepala Inspektorat Banten, Rabu (12/12/2018). (Yandhi/Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here