Satresnarkoba Polres Cilegon Mengamankan Dua Pelaku Yang Diduga Terjerat Narkoba

Satresnarkoba Polres Cilegon bersama Polda Banten berhasil mengamankan dua pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu
Foto: net

Centralnews – Serang, Tindak pidana penyalahgunaan narkotika kembali terjadi, Satresnarkoba Polres Cilegon bersama Polda Banten berhasil mengamankan dua pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (8/1/2019) lalu. Pasalnya kedua pelaku tersebut diketahui masih pelajar dan mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir melalui Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi dalam keterangannya kepada awak media. “Satresnarkoba Polres Cilegon, Polda Banten melakukan penangkapan di kontrakan tepatnya di wilayah Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang. Kedua pelaku yang ditangkap yakni lekaki berinisial MFA Bin AS (26) dan seorang perempuan berinisial GAP Binti YRSB (18) yang diketahui masih berstatus pelajar/mahasiswi,” kata Edy, Kamis (10/1/2019), seperti dilansir Bantennews.co.id.

Penangkapan tersebut berawal saat Satresnarkoba Polres Cilegon berhasil melakukan pengembangan dari tersangka kasus narkoba yang pernah menjerat tersangka IM. Atas dasar informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polres Cilegon berhasil mengamankan kedua tersangka di rumah kontrakan di wilayah Kota Serang.

Selain itu, dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa sebuah bekas bungkus rokok yang di dalamnya terdapat 1 (satu) paket plastik bening berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu–sabu di karpet, sebuah alat hisap (Bong) yang terbuat dari bekas botol air mineral serta dua unit handphone.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba adalah merupakan suatu tindak kejahatan dan pelanggaran yang mengancam keselamatan, baik fisik maupun jiwa si pemakai dan juga terhadap masyarakat disekitar secara sosial.


Atas pelanggarannya, kedua pelaku disangkakan sebagaimana dalam undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. (Shofi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here