“Selat Sunda Bangkit”, Target Kemenpar Percepat Membangun Pariwisata di Banten dan Lampung Pasca Tsunami

"Selat Sunda Bangkit", Target Kemenpar Percepat Membangun Pariwisata di Banten dan Lampung Pasca Tsunami
“Selat Sunda Bangkit”, Target Kemenpar Percepat Membangun Pariwisata di Banten dan Lampung Pasca Tsunami

Centralnews – Serang, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memimpin rapat koordinasi Rakor Pemulihan “Selat Sunda Bangkit”, di Hotel Marbella Anyer, Jumat, (11/01/19).

Dalam kesempatannya, Arief mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk mempercepat recovery sektor pariwisata di sekitar Selat Sunda yang terdampak tsunami beberapa waktu lalu, Lewat Rakor ini, Kemenpar menginisiasi sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk memulihkan sektor pariwisata. Khususnya di Banten dan Lampung.

“Kita harus bangun lagi sektor wisata yang terkena musibah bencana alam tsunami beberapa waktu lalu dengan cepat, agar para wisatawan tidak trauma lagi,” Ujar Arief

Rakor ‘Selat Sunda Bangkit’ juga mengangkat isu strategis tentang mitigasi bencana dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di kawasan Pesisir. Seperti dilansir genpi.co, rakor juga dimaksudkan untuk menampung usulan masyarakat dan stakeholder terkait. Khususnya dalam penggunaan DAK sebesar Rp.9.360.152.000 untuk Banten, dan Rp.33.439.118.000 untuk Lampung. 

“Kami berkomitmen untuk melakukan pemulihan pariwisata di Provinsi Banten dan Lampung. Strategi pemulihan ‘Selat Sunda Bangkit’ difokuskan dalam 3 pilar pariwisata. Yaitu SDM dan kelembagaan, pemasaran, serta destinasi,” ujarnya.

Untuk SDM dan kelembagaan, Kemenpar akan kembali memupuk semangat gerakan sadar wisata. Termasuk melakukan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis masyarakat, pelaku wisata, dan industri.

Kemenpar juga akan melakukan peningkatan kapasitas usaha masyarakat, serta melakukan sertifikasi kompetensi dan relaksasi keuangan pada industri.

Selain itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan, wilayah yang terdampak tsunami di daerahnya mencapai 9,7 km. Meliputi Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung yang beberapa waktu lalu ditetap sebagai KEK. 

Menurut data, hingga saat ini korban pasca tsunami Selat Sunda meliputi 24.706 orang mengungsi, 317 korban meninggal, 709 korban luka-luka, dan 3 orang hilang.

“Banten memiliki berbagai potensi pariwisata seperti wisata bahari, wisata religi, wisata cagar alam, cagar budaya, wisata industri, serta wisata MICE. Untuk memajukan pembangunan pariwisata, Pemprov Banten telah mempersiapkan SOP Mitigasi Bencana,” ucapnya.

Sementara menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, wilayah yang terdampak tsunami di daerahnya sebatas di kawasan nelayan. Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov Lampung memberikan bantuan berupa bedah rumah, kapal, dan pendidikan untuk anak-anak korban tsunami.

“Saat ini Lampung tengah serius mengembangkan wisata pulau kecil. Diharapkan ada pengembangan 100 pulau kecil dengan pengelolaan yang baik seperti di Maldives,” ujar gubernur muda ini.

Dalam acara ini selain dihadiri oleh Kemenpar, Wagub Banten, dan Gubernur Lampung turut juga hadir ratusan peserta unsur pentahelix(Oki/Ryd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here