Ingatkan Hati-hati Kelola Uang, KPK: Korupsi Artinya Rampas Hak Masyarakat

Foto: net, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

Centralnews – Jakarta, Dalam menyikapi penetapan tersangka anggota Komisi XI DPR Sukiman yang diduga menerima uang Rp 2,65 miliar dan 22.000 dollar Amerika Serikat dari tersangka pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang mengingatkan agar seluruh penyelenggara negara baik di pusat dan daerah untuk hati-hati dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan negara.

“Karena uang (negara) yang dikelola adalah hak masyarakat, sehingga korupsi yang dilakukan sama artinya merampas hak masyarakat untuk menikmati anggaran dan pembangunan yang ada,” kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (7/2/2019).

Lebih lanjut, ia menuturkan, seharusnya dana yang disalahgunakan tersebut dapat dinikmati masyarakat daerah secara utuh. Maka dari itu, Saut menyesalkan korupsi dana otonomi khusus, dana alokasi khusus atau jenis dana alokasi lainnya untuk daerah masih terus terjadi.

“Korupsi yang terjadi sudah pasti merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan segelintir orang, baik pejabat di pusat, daerah atau pihak swasta yang bersama-sama melakukan korupsi,” ujarnya.

Perlu diketahui, penetapan tersangka Sukiman dan Natan merupakan merupakan hasil pengembangan dari kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan tahun 2018. (Tuti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here