Kamu Aktif Berorganisasi Tapi IPK Ingin Tetap Baik? Coba 5 Tips Berikut!

Kamu Aktif Berorganisasi Tapi IPK Ingin Tetap Baik? Coba 5 Tips Berikut!
Foto: Ilustrasi

Centralnews – Serang, Baik di sekolah maupun perkuliahan akan selalu ada ekstrakurikuler atau UKM untuk siswa dan mahasiswa. Ada beragam kegiatan yang dapat dipilih untuk mengisi waktu luang selama kegiatan sekolah atau kuliah, dari mulai pecinta alam hingga kegiatan sosial dan bahasa. Selain untuk ajang mengasah bakat, dan sikap kepemimpinan, organisasi juga digunakan untuk ajang bersosialisasi terhadap masyarakat dalam kegiatannya.

Terkadang banyak siswa atau mahasiswa yang terlalu asyik dengan kegiatannya hingga melalaikan kegiatan utama untuk belajar di kelas.

Untuk kamu yang merasakan hal semacam ini, jangan lupa perhatikan 5 hal berikut agar akademik mu tetap terjaga dan stabil. Dilansir dari idntimes.com Simak yuk!

1. Buatlah list pada setiap kegiatanmu

Solusi pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengurutkan list setiap kegiatan yang nantinya akan dilakukan agar setiap aktivitas yang kamu lakukan akan lebih terstruktur.

Jangan sampai kegiatan mu untuk kuliah terganggu karena kegiatan organisasi akibat tidak mampu mengatur jadwal kegiatan sendiri. Hal seperti ini wajib dihindari agar aktivitasmu dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai.

2. Tentukan mana prioritasmu

Prioritas utama sebagai siswa dan mahasiswa tentu saja belajar dan menjalankan kegiatan di sekolah/universitas secara normal. Tentu saja tidak alasan untuk memprioritaskan kegiatan ekstrakurikuler diluar kegiatan belajar.

Justru hal ini sebagai pemisah antara mana yang paling perlu diprioritaskan dan mana yang dapat dikesampingkan. Jangan sampai nilai akademik turun karena terlalu sibuk melakukan kegiatan di luar kelas.

3. Sisihkan waktu untuk mengulang pelajaran sebelum kegiatan belajar berlangsung

Disinilah terkadang banyak siswa/mahasiswa yang kehilangan keseimbangan akademik sehingga nilainya turun drastis. Terlalu lelah membagi waktu sehingga malas untuk mengulang materi yang telah dan akan dipelajari, sehingga banyak orang yang gagal saat ujian berlangsung. Justru karena ini lah, sesibuk apapun kita tetap harus mampu menyisihkan waktu untuk sekedar belajar agar tidak keteteran dalam mengejar materi.

4. Sadar diri untuk tidak mengambil tanggung jawab terlalu tinggi di organisasi apabila tidak mampu membagi waktu

Hal satu ini banyak membuat orang sering terkecoh dan salah dalam mengambil keputusan. Terkadang kita sulit menilai seberapa mampu kita dalam konsisten mengemban tanggung jawab sehingga banyak hal yang justru terlantar dan sulit dikendalikan.

Jika sekiranya memang kamu sulit untuk membagi tugas antara urusan akademik dan organisasi, maka sebaiknya kamu sadar diri dan tidak mengambil jabatan serta tanggung jawab yang terlalu tinggi. Biarlah orang yang sekiranya lebih kompeten dan memiliki lebih banyak waktu luang untuk menggantikan posisi tertinggi tersebut.

5. Jadikan kegiatan organisasi sebagai wadah mencari pengalaman

Banyak orang yang justru salah kaprah menafsirkan kegiatan organisasi ini. Banyak yang bilang bahwa aktif di organisasi menjadi nilai plus tersendiri daripada yang tidak sama sekali, apakah begitu?

Tidak semua yang dikatakan adalah benar, hal ini karena nilai akademik dan kehadiran memiliki bobot yang justru lebih besar daripada nilai yang didapat dari organisasi. Jangan sampai kita menjadikan organisasi sebagai kegiatan utama disamping belajar. (Shofi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here